Tampilkan postingan dengan label aku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Maret 2014

Menelan senja

Kuteguk pancaran
Hangat menyentuh kulitku
Ketika mentari pagi
Memancarkan keelokannya

Kucoba tatap hangat itu
Silau memukau, menyejukkan
Sanubari bergeming
Oleh kehangatan percikannya

Sang Angin mengusik
Ia hembus awan hitam
Menghadap Sang Mentari
Mendung
Aku kecewa

Terus saja kutunggu
Penyejuk percikan hangat itu
Sayangnya awan hitam enggan berlalu
Terus saja berdiam
Hingga aku jengkel

Seperempat hari berlalu
Masih saja mendung
Langit kemudian bersua
Hingga Sang Rahmat turun
Menyapu bumi berdebu

Kucoba hirup. Ah, pekak
Tenggorokanku menyekik
Kusimpitkan bola mata
Sekali lagi kucoba menarik nafas
Enggan saja menyejuk

Kusandarkan tubuh ini
Terus tegakkan kepala
Berpikir langit berdiam
Awan kemudian berwarna
Mataku enggan mengedip
Lihatlah! Sepercik cahaya datang
Silau menyipitkan mataku

Si Elok itu memekar kembali
Kuangkat tubuh ini
Mencoba menyentuh cahayanya
Hangat mentari di ufuk barat
Diam-diam ingin berlalu

Kucoba hentikan. Bodoh!
Siapa aku? Ia pasti akan berlalu
Menutup diri. Kemudian,
Tenggelam
Sudahlah. Kutelan saja senja 
Meski tak sehangat pagi

Malinda Aspariani

Kamis, 13 Februari 2014

Rindu

Kau tahu? Apa itu rindu?
Saat mulut ini ingin bicara
Seketika ia membisu
Saat telingaku tak ingin mendengar
Terus saja ia melebar
Saat mata ini memejam
Selalu ada kamu dipandanganku
Saat hati ini ingin menutup
Merintis tak bisa ku tutup
Untukmu

Aku hanya ingin melepas pandanganmu
Menghilangkan semua tentangmu
Didalam memori otak tersusun rapat
Menepis rintihan hati ini
Setiap saat memangilmu
Aku rindu
Hingga tertawa dengan ketololanku
Tersedu menangisi rasa ini

Ah.. aku benci rindu
Dia kejam, tajam, perih.
Dia membunuh otakku
Dia melumpuhkan nadiku
Hingga suatu siang
Jantungku seakan kronis
Kau tahu, seluruh tubuhku lunglai
Muka ku memudar
Aliran darah ditubuhku membeku
Seketika aku terbangun
Disiang yang sejuk

Aku tak paham dengan rindu
Dia tak pernah berhenti
Saat aku merintah
Dia terus beredar
Layaknya darah ditubuh ini
Sekali lagi, jangan bunuh aku dengan rindu ini

Malinda . Aspariani :)

Seandainya mulutku berani membuka
Kan kukatakan, aku rindu
Mohon jangan tertawakan ini
Aku tau aku tolol
Hingga siap mencintaimu

Selasa, 11 Februari 2014

someone like you

Bisakah kutemukan (lagi)
Atau masih adakah?
Seseorang sepertimu
kupikir tlah sempurna
untuk sekecil hati ini
ingin kumiliki (lagi)
kamu versi berbeda
tak harus seutuh kamu!
bukan, bukan semacam itu
melepaskan aku
iringi oleh alasan klasik
mencengkap otakku
sepertimu, tak harus utuh kamu.


Malinda Aspariani :)

Minggu, 05 Januari 2014

Aku tak tahu Kenapa?

Kemarin kamu datang
Aku seperti mentari pagi, cerah!
Sekarang kamu pergi
Aku seperti lampu jalan, remang!

Katamu jangan pergi, tapi kamu yang pergi
Katamu jangan hilang, tapi kamu yg menghilang
Katamu jangan dinginkan aku, tapi kamu yang membekukanku
Katamu jangan berhenti, tapi kamu yang mengemudi

Aku tak tahu apa maumu?
Hingga semuanya berbalik padamu
Aku hanya berharap secepatnya bisa pergi
Dari senyummu, tawamu, sedihmu, dan hatimu
Akan ku hilangkan kamu dari hariku, hatiku, otaku
Tapi hanya satu yang tak kubisa
Menghilangkan memori tentang kita

Secepat inikah berakhir?
Aku tak percaya tapi ini nyata
Hanya perlu ikhlas
Dan akan ada yang lebih baik datang

Kamu harus tahu, sekarang
Malam-malam sepiku telah bersua
Pilu lara ini telah menari-nari
Senyuman getirku telah merekah
Aku bahagia sekarang tanpa kamu
Dan lebih bahagia jika ada kamu

Sayangnya kamu tak ada (lagi)
Kamu pergi dengan alasan
Yang kataku terlalu clasik
Tapi, mau dikata apa?
Itu sudah pilihanmu
Aku tak bisa menahanmu
Karena aku bukan pemaksa
Dan kemarin kamu datang tanpa paksaan
Jadi tak perlu kupaksa saat kamu ingin pergi

Lakukan apa yang membuatmu bahagia
Karena aku mengerti semuanya
Tapi, jangan pernah menyesali pilihanmu
Karena tak akan ada wanita sepertiku lagi
Yang datang dengan cinta padamu
Tak ada yang kucari darimu
Kecuali, kenyamanku bersamamu
Kuharap kamu bahagia
Tanpaku, pastinya.

Malinda aspariani :)

Minggu, 29 Desember 2013

Menahan rindu? How?

Aku terlalu naif bila tak merindukanmu
Terlalu munafik jika tak bisa tanpamu
Menahan rindu ini berat
Atlet angkat besi tak yakin bisa
Tapi kamu, bisa!
Berhari-hari meninggalkanku
Tak ada sapaan, tak ada suara
Kamu diam berlarut tanpa kata
Aku? Tak bisa, sulit!
Adakah rumus untuk melakukannya?
Ajari aku.
Apakah kamu sesak? Saat rindu itu datang
Sepertinya tidak! Kamu terlihat baik
Ajari aku. Bagaimana menahan rindu?
Sesak, sakit, nyeri. Aku tak kuat!
Tak berdaya, tak bisa menahannya
K'rna rindu tak bisa di tahan
Hanya perlu ungkapkan
Dengan itu aku bisa bernafas
Lega.....


Malinda aspariani :)

Lagi

Kabut hitam datang (lagi). Gelap!
Tak ada cahaya. Dunia tak bercahaya
Bukan! Tidak! Ini bukan dunia.
Ini hati, benda lemah
Gelap lagi! Sunyi sekali!
Aku takut, sendiri.
Ibu, ayah, sepi!
Mana cahayanya? Aku takut!
Sesak! Sulit bernafas
Tolong! Keluarkan aku
Aku takut, gelap! Sunyi! Sepi! Sesak!
Tolong!! Siapapun! Tolong!

Malinda aspariani :)

Siapa yang tahu?!

Kemarin, tadi, baru saja.
Aku baik-baik saja
Aku tertawa, tersenyum manja
Tak ada luka
Seperti bayi mungil tak berdosa
Indah, damai, tenang, nyaman.
Sekarang, hari ini, baru tadi
Aku diam, henyap, gelap, berkabut
Kabut hitam, tak ada cahaya
Aku sendiri, menangis, terdiam
Terluka, sakit, benci, marah, diam.

Malinda aspariani :)

Tak ada judul

Tuhan, maafkan aku
Aku terlalu lemah
Tak berdaya
Tuhan, sesulit inikah?
Menjadi manusia
Seutuhnya
Tompang aku, Tuhan.
Saat aku berjalan
Tertatih
Tuhan, kirimkan aku
Malaikatmu
Hingga aku
Berdiri tegap
Seperti ada Ayah dan ibu
Hinggaku selalu
Tersenyum puas
Tanpa air mata
Yang tak ku mengerti
Apa artinya

Malinda aspariani :)

Selasa, 26 November 2013

Yah, andai saja!

Dad, aku tak tahu harus bagaimana? Aku ingin sekali jujur bahwa aku ingin pergi dari sini, dad. Aku ingin juga pergi dari universitas ini, aku tak menikmati study ku ini. Aku ingin sekali jujur kepada kalian semua dad, tapi aku benar-benar tak bisa. Aku sekarang tetap berusaha menikmatinya hingga aku lelah. Dad, jika tahun depan aku lulus tes masuk perguruan tinggi lainnya apakah kalian marah? Apakah kalian tak setuju? Apakah kalian kecewa?

Dad, aku takut jika aku tak bisa membahagiakan kalian takut sekali. Takut kalian kecewa dengan hasil study ku nantinya. Aku ingin sekali kuliah dibandung dad disana aku ingin masuk sastra inggris atau sastra indonesia. Aku tak suka angka dad, mereka terlalu rumit untuk diartikan dibandingkan dengan huruf-huruf indah disastra.

Andai saja waktu bisa diulang kembali, aku akan merubah kesalahan waktu itu. Ahh, sayang sekali. Semuanya sudah terjadi. Mau tidak mau aku harus tetap berjalan di tempat yang tidak aku sukai ini :'(

Kamis, 21 November 2013

I miss everything about you :'(

Lagi lagi butiran bening mataku mengalir
Malam ini tak seperti malam kemarin
Yang selalu ada kamu dan bayanganmu
Aku rindu sayang, rindu sekali
Aku tak bisa melepasmu
Hatiku tak ingin kamu pergi
Dia ingin kamu tetap disini
Tuk temani aku yang dihantam ombak

Apakah kamu merindukan aku?
Apakah kamu juga sepertiku?
Apakah kamu selalu mengingat aku?

Oh tuhan, aku benar benar merindukanya
Tawanya, senyumnya, leluconnya, marahnya, malunya
Semuaaaaa semuaaaa yang dia miliki

Malinda aspariani :)

Selasa, 19 November 2013

Kamu harus tahu :)

Seandainya kamu tahu, aku tak ingin ini berakhir
Seandainya kamu mengerti, aku ingin tetap bersamamu
Seandainya kamu paham, aku ingin kau perjuangkan

Aku lelah seperti ini, mengenangmu
Aku lemah seperti ini, tanpamu
Aku rindu seperti ini, bersamamu

Sendiri tanpamu seperti kapal tanpa nahkoda
Sendiri tanpamu seperti pesawat tanpa pilot
Sendiri tanpamu seperti berjalan ditengah hutan
Sendiri tanpamu seperti menginjak kerikil tajam

Mungkin aku kuat dengan senyumanku
Tetapi tidak dibelakangnya, tanpamu

Kamu harus tau, aku tak ingin seperti ini.
Berakhir

Malinda aspariani :)

How?

Kenapa bahagia ini terlalu cepat pergi
Aku rindu dia, Tuhan!
Sampaikan salam rindu ini
Aku merindukan semua tentang dia
Entah harus bagaimana
Aku ingin memeluknya lagi
Aku benci waktu ini Tuhan
Kenapa tak berpihak pada kami
Padahal aku tak pernah memimpikan ini
Kasih, aku benci ini
Aku ingin hilang ingatan saja Tuhan
Melupakan segalanya yang telah terisi
Tuhan rangkul aku
Aku takut sendiri seperti ini
Aku tak kuat, aku terlalu lemah

Entah harus bagaimana lagi? Aku tak tahu
Yang kumau hanya Dia disisiku




Malinda aspariani :)

Selasa, 12 November 2013

Tolong aku!

Kemarin aku telah bisa berjalan
Setelah lama merangkak kasakitan
Tapi sekarang aku terjatuh (lagi)
Terjatuh sendiri tanpa untaian tangan siapapun
Yang berharap akan membangunkanku
Sayang sekali, tak ada bantuan yang kuharapkan

Ayah,ibu. Rangkul anakmu ini sekarang
Topang pundakku untuk bisa berjalan
Kakiku tiba-tiba lemah bu, tak bisa bergerak
Seluruh saraf ditubuhku terasa kaku ayah

Tolong aku ibu, ayah. Aku ingin pulang saja
Sekarang tak ada lagi yang bisa aku harapkan
Disini, ditempat yang membuatku jatuh.



Malinda Aspariani :) 

!!!

Apakah kali ini aku harus tertawa?
Apakah aku harus menangis?
Apakah aku harus berteriak?
Apakah aku harus diam seribu bahasa?

entahlah, hidup terkadang memang tak selalu indah kawan
kemarin tertawa, hari ini menangis
besok berteriak, lusanya histeris

semua yang kau lakukan mungkin telah yang terbaik
tapi, tuhan terkadang mengatakan tidak, nanti, tunggu.

laluilah semua proses ini hingga air mata lelah untuk mengalir
jalanilah semua belokan yang terkadang menjadi jurang
ahhh, aku ingin kembali saja ke usiaku yang 18tahun yang lalu
Yang tak tahu apa apa, hanya tidur bangun dan makan

aku tak suka berusia 18 tahun atau semacamnya
aku tak ingin mengenal kehidupan yang keras
aku tak suka dengan cinta yang egois dan semacamnya

tuhan, tolong bicara denganku.
Temui aku didalam mimpiku
jangan bangunkan aku jika harus melihat dunia yang bodoh ini (lagi).

Kenapa aku hanya bisa berbicara denganmu lewat doa?
kenapa aku hanya bisa merangkulmu dalam sujudku?

kenapa kau tak datang untuk merangkul ku membawa kesurgamu.



Malinda Aspariani :) 

Sabtu, 02 November 2013

Bali



Bagaimana jika aku jatuh cinta padamu?
Tetapi aku tak bisa meraihmu, tidak sekarang!
Telah banyak yang mengagumimu dan
Jatuh cinta dengan elokmu, Bali!
Kapan aku bisa meraihmu
Merasakan hangat mentari pagi
Nan menawan ditanah eksotiskamu
Bali, tunggu aku datang bersama belahan jiwaku
Manjakan aku dengan elokmu itu
Bebaskan aku seperti orang-orang yang menyukaimu
Berikan kenanganmu agar aku bisa kembali lagi
saat aku datang menyapamu.

Selasa, 24 September 2013

Tuhan, tolong sampaikan kepada mereka. aku mohon.



Tuhan, kuatkan hati hambamu ini.
Luruskan jalan hambamu ini menuju jalanmu.
Aku terlalu takut sendiri tuhan, aku tak tahu harus berbicara dengan siapa.
Aku hanya bisa bersujud dan berdoa agar aku bisa lebih dekat denganmu.
Temani aku saat hati ini akan patah, peluk aku tuhan.
Dekap aku tuhan, agar aku kuat dan bisa tanpa ibu dan ayahku yang jauh denganku.
Jaga mereka untukku, lindungi mereka, bahagiakan mereka untukku.
Tuhan, titip rinduku untuk mereka yang selalu dihati ini.
Jaga ayahku saat mengais rejekimu, mudahkan jalannya tuhan, sehatkan ayahku.
Jaga ibuku yang sibuk mengurus rumah, sehatkan ibuku.
Sehatkan mereka tuhan, aku janji secepatnya akan membahagiakan mereka.
Semoga engkau meridhoi setiap jalanku.
Mudahkanlah jalanku untuk membahagiakan mereka.

Tuhan, kabarkan kepada mereka. aku merindukan mereka, aku mencintai mereka.
Aku rindu bangun pagi mendengar suara merdua ayah yang sedang melafalkan ayat-ayat al’quran
Aku rindu bangun pagi melihat ibuku sibuk dengan dapur dan ocehannya kepadaku.
Aku rindu ketika magrib tiba, aku rindu shalat berjamaah dengan ayah dan ibu
Aku rindu makan malam bersama mereka
Aku rindu mereka tuhan, titip rinduku tuhan.
Ayah, ibu. Aku ingin memeluk kalian. Kakakku aku rindu ocehanmu kak.
Kakak, jaga ayah dan ibu.  

Malinda Aspariani :)

Senin, 31 Desember 2012

brave it was great♥



Sebuah pertualangan yang tidak banyak anak muda seperti kami berani melakukannya. Tanggal 22 Desember 2012 tepat nya minggu yang lalu saya bersama dengan 7 teman saya yang lainnya menjelajahi Pulau Ketawai berencana menginap dengan mendirikan tenda. Pulau ketawai berada di central Bangka dan kita bisa menuju pulau ketawai dengan menggunakan motor laut para nelayan desa Kurau. Perjalanan menuju pulau ketawai dimulai dengan menginjak kaki  di Desa Kurau. Sesampai di desa kurau pukul 18.05 kami pun bergegas turun dari mobil dan mendatangi para penduduk sekitar untuk menanyakan apakah masih ada atau tidak para nelayan yang mau mengantarkan kami ke Pulau .

Sekitar 10 menit kami berunding dan akhirnya masih ada nelayan yang mau mengantarkan kami ke Pulau dengan biaya sebesar Rp 700.000. Diperjalanan yang gelap tetapi bulan malam itu bersahabat untuk kami dan bintang-bintang ikut menerangi perjalanan kami menuju Pulau. Sekitar 1jam perjalanan yang gelap tersebut akhirnya kami sampai dipulau ketawai. Sayangnya kami tidak bisa menikmati keindahan malam pulau ketawai dikarenakan gelap. Tetapi ada setitik cahaya didalam pulau tersebut dan ternyata saat kami bertanya dengan nelayan yang membawakan kami tersebut mengatakan bahwa ada dua kepala keluarga didalam pulau tersebut.

Saat motor laut yang kami tumpangi menuju kedermaga kecil tersebut jam menunjukan pukul sekitaran 19.10 wib kamipun turun dan bergegas membawa barang-barang . karena gelap kami sulit untuk mencari lokasi untuk mendirikan tenda. Dan akhir nya kami mendirikan tenda tidak jauh dari pantai. Dikarenakan kami belum pernah mendirikan tenda kamipun kewalahan mendirikan tenda tersebut dan untung saja bapak yang membawa kami bersedia membantu. Sekitar 15 menit  akhirnya tenda kami berdiri berkat bapak tadi dan berkat kami semua hehehe.

Karena tenda kami telah siap, kamipun bergegas memasukan barang-barang dan mulai membakar ikan untuk kami santap malam ini dan yang lain sibuk untuk memasak nasi. Setelah 15 menit semuanyapun siap dan kami siap untuk makan. Walaupun malam minggu kali ini kami tidur di pulau ketawai yang gelap gulita dan  begitu sepi  sama sekali tidak membuat kami merasakan takut dikarenakan masyarakat yang tinggal disini sangat ramah dan baik kepada kami, sehingga malam itu kami merasa terjaga dan tenang tidur di tengah lautan yang luas. Untuk melepaskan penat kamipun melanjutkan untuk tidur dikarenakan besok kami ingin menjelajahi  lautannya yang biru menggoda.

Saya terbangun pukul 05.00 wib, saya merasakan sesuatu yang baru saat terbangun. Suara gemercik ombak dengan halusnya menyapa saya dipagi hari. Hawa dingin merasuki tubuh saya, bergegas saya bangun untuk mencuci muka dan duduk dihadapan ombak yang menari-nari dipagi hari. Saat saya duduk mata saya seketika tertuju pada butiran pasir pantai yang di penuhi dengan kepiting-kepiting kecil berlari-lari kesana kemari, saya jadi penasaran dengan apa yang mereka buat. Saat saya bangun mereka menambah kecepatan untuk lari dari kejaran saya dan bersembunyi didalam pasir pantai. Saya kesal!

Setelah semua teman-teman saya terbangun dari tidur nya masing-masing, kamipun bergegas untuk mengelilingi Pulau Ketawai , ternyata Pulau yang tadi malam tidak bisa kami lihat ternyata begitu cantik dan bersih, suasana Pulau ketawai yang masih asri membuat saya nyaman. Apalagi pulau ini sepi dengan begitu kami seperti tinggal di Pulau sendiri, keren! Lautnya yang biru membuat kami semua tidak bisa menunggu lagi untuk mencoba. Sebelum kami menikmati laut Pulau Ketawai kami bergagas memasak untuk sarapan pagi. Setelah memasak kami bermain di voli di deretan pohon kelapa yang menjulang tinggi.

Setelah sarapan pagi  dan bermain voli kamipun bergegas untuk menikmati kecantikan lautnya. Kami bermain-main dengan terjun dari jembatan dan dermaga kecil Pulau ketawai. Kadar garam laut Pulau Ketawai lebih besar daripada laut-laut yang ada di sekitaran Bangka Belitung, lautnya yang biru eksotis membuat kamu malas untuk bangkit kedaratan. Setelah beberapa lama kami menikmati  pesona lautnya kamipun diajak oleh dua pemuda yang membawa kami tadi malam untuk mengelilingi Pulau Ketawai. Kata mereka disisi belakang Pulau ini terdapat terumbu karang yang cantik tapi sayangnya kami tidak membawa kacamata renang dan tidak bisa melihatnya, setelah lelah kami berjalan mengelilingi pulau ketawai segera kami kembali menuju laut yang biru dan saat kami sedang main pasir dipantai kami melihat seorang bapak tua yang sedang membersihkan pantai.
Kami berbincang dengan bapak  tersebut yang berdiam disini yang juga bertugas membersihkan sekitaran pantai Pulau Ketawai, dikesempatan ini kami menanyakan kepada beliau kenapa Pulau ini dinamakan Pulau Ketawai dan beliau mengatakan bahwa agar setiap pengunjung,pelancong,wisatawan, dan turis yang datang  bisa tertawa di pulau ini dengan maksud bisa bahagia saat berada di Pulau ini dengan itu Pulau ini dinamakan Pulau Ketawa ditambah i jadinya Ketawai.
Satu hal yang perlu anda tahu, disini ada tempat pemandian tapi tidak gratis anda diminta mengeluarkan gocek  5ribu untuk mandi. Tetapi untuk anda-anda yang ingin merasakan sensasi baru bisa mandi disumur dengan deretan pohon kelapa yang rapi tetapi tempatnya tidak tertutup dan tanpa tempat untuk berganti baju. Ayo coba! Saya sudah.

Setelah selesai menikmati laut biru yang eksotis dan daratan Pulau Ketawai yang asri dan sejuk. Kami segera merapikan diri masing-masing dan mulai eksis didepan kamera. Ckrekkk!

Puas eksis didepan kamera kami bergegas packing barang-barang karena motor laut yang membawa kami semalam telah datang menjemput dan pengunjungpun telah banyak datang, Pulau ini tidak lagi milik kami. Kami pulang! Diperjalanan kami menuju Desa kurau kami menyempatkan untuk mendekati kapal yang telah karam tahunan lalu.

Setelah satu jam perjalanan dari Pulau ke Desa Kurau yang panas, kami pun sampai di Desa kurau dengan senyum merekah. Selamat tinggal Pulau Ketawai, pulau kami. Next time kami datang kembali menginap lebih lama lagi, agar tidak sehari saja kami memilikimu yang cantik itu. Bye Ketawai :*


 menuju Pulau Ketawai dimalam hari :))

 Setelah diri tenda lanjut bakar buat dinner =D

Bermain dipantai :D

 ckrekkk! :D

 Berhenti sebentar sebelum lanjut kliling Pulau :))

 capek keliling pulau, rehat sejenak :))) 

eksis dulu yawww :))

 Natural :*

 K'rna saya takut loncat, jdi ah duduk ajah :D 

Berendam dulu yah =))

 Pemandangan dermaga kecil dengan para pengunjung datang :))

Temen saya dengan daratan Pulau dan barisan kelapa yg cantik :))

 Habis mandi eksis depan tenda :)) 

Siap-siap menuju Desa Kurau *pulang

 Keasyikan diatas motor laut :D

Saya memberanikan diri untuk berdiri :)) dengn ribuan angin yg dtng

 ini kapal yang saya ceritakan

 finally! Desa Kurau :)) bye Pulau Ketawai :* see u again





thanks you 

Malinda Aspariani