Minggu, 27 November 2011

want to repeat time


Seandainya waktu bisa diulang kembali
Seandainya masih boleh kembali
Seandainya !
Aku ingin kembali
Aku ingin mengulang waktu itu.
Jaman dimana aku masih unyu-unyu nya
Jaman muka masih polos-polos nya
Jaman dimana mulut ga pernah dijaga
Jaman dimana masih bandel-bandel nya
Jaman dimana labil banget
Jaman muka gue masih mulus banget
Jaman kulit gue masih putih banget
Jaman dimana otak masih encer nya
Jaman dimana selalu Ranking kelas
Jaman dimana belum kenal yang nama nya INTERNET
Jaman dimana ga ada nama nya malu-malu
Jaman ga ada nama nya cinta-cinta an
Jaman ga ada cowok yang ada dipikiran ini
Jaman dimana PD banget
Jaman yang sulit untuk dilupakan
Jaman yang sangat indah dan sakral itu

Ya Allah .. Kangen temen-temen ku
Ya Allah .. Kangen jadi pemimpin upacara
Ya Allah .. Kangen baju putih merah itu
Ya Allah .. kangen Kursi aku yang didepan
Ya Allah .. Kangen wali kelas ku
Ya Allah .. Kangen berantem sama temen-temen
Ya Allah .. Kangen canda tawa serta isak tangis itu
Ya Allah .. Kangen Jaman SD itu 

Astofirullah ya Allah ..
Waktu itu, detik itu, menit itu, hari itu, sore itu, pagi itu, siang itu.
Subhanallah KANGEN ..


Aku memang mempunyai doraemon.
Aku menyukai tokoh kartun tersebut.
Tapi dia hanya sebuah barang.
Demikian aku tak bisa meminjam mesin waktunya.
Untuk sebentarpun itu tidak akan bisa.


teman,kita sudah berbeda namun satu yang sama, kenangan kita :") 


Sabtu, 26 November 2011

you know ?? I am sick


Mungkin ini aneh 
Iya.. memang aneh 
Merindukan kekasih seseorang itu bukan hal baik
Dimana dia telah dimiliki dan aku telah termiliki 
Kalian boleh bilang aku orang yang salah
Tentu.. aku juga merasakan itu
Tapi tolong kalian harus tahu
Semua ini bukan aku yang menginginkannya
Tidak .. sama sekali
Aku tidak menginginkan ini

Aku tahu aku salah 
Waktu !
Aku tidak menyalahkan waktu
Keadaan !
Apalagi 
Yang aku salahkan ialah
Rasa yang ada dihati ku ini

Kalian tak akan pernah tahu 
Sebelum kalian mengalami ini
Kalian pikir aku menginginkannya
Kalian pikir aku suka 
Kalian pikir aku senang
Ya.. hanya sementara
Karena orang yang aku rindukan
Seorang yang telah dimiliki

Dilema??
Entahlah..
Aku juga tak pernah mengatakan ini dilema 
Tetapi .. yang aku tahu
Aku merindukan...
Seorang yang telah dimiliki dan telah memiliki
Dan ..
Aku juga telah memiliki dan telah dimiliki

Yang aku BENCI adalah Rasa yang ada dihatiku ini
Aku ingin pergi ...
Dari rasa yang membuatku menjadi seseorang yang Jahat
Aku ingin lari ...
Dan tak ingin merindukan seseorang itu lagi

Karena aku tahu semua itu menyakitkan ...
Diriku..
Mereka..
Dan Dia (yang memiliki aku)...

Tuhan.. tolong aku dari keadaan ini 
Aku mohon dengan sangat 
Karena aku tak ingin semua ini berlarut panjang 

Tolong aku :(




Rabu, 23 November 2011

Papa :*:*

Malam itu tepat malam minggu tanggal 20 November 2011 ,semua berjalan apa adanya. Senja udah mulai kelam dan bulanpun siap tiba. Malam ini kami sekeluarga mau nonton TIMNAS U23. Stasiun Tv ini menjengkelkan kami dan berusaha mencari yang bisa dilihat. Akhirnya, kita bisa melihat pertandingan TIMNAS melawan Vietnam dengan selesai dan tiba-tiba papa mulai merasa perutnya mulai aneh dan ga enak sama sekali. Beliau mengatakan "mungkin mau kambuh lagi." dan aku waktu itu mendapat telfon dari teman dekatku yang hampir setiap malam dia menghubungiku entah apa yang kami bicarakan tetapi itu cukup menyenangkan buat aku. Dan papa memanggilku dari luar dengan suara yang sedikit keras sehingga aku terkejut dan dengan spontanitas aku mematikan Hand phone. "Kalian ga tahu orang tua sakit, asik sendiri nanti kalo orang tua sudah mati baru tahu" kata-kata itupun keluar dari mulut papa, aku hanya diam sedikit mengeluarkan air mata.

Papa entah kenapa begitu gelisah. Kesana salah,kesitu salah, kemanapun salah. Aku tahu mungkin sakit sekali dan susah untuk menahan rasa itu. Akhirnya papa terbaring dikasur didepan Televisi dan meminta mama untuk mengambilkan obat herbal yang memang sudah disiapkan. Aku masih terbaring dikamar merasa bersalah dan akhinya berangkat dari tempat tidur untuk pergi kekamar mandi mengambil wudhu dan melaksanakan shalat isya dengan deraian air mata.

Seorang laki-laki yang sedikit sudah tua. Seperti papa kira-kira, dia melakukan sesuatu yang membuatku bingung dengan tindakannya. Aku hanya melihat dan memperhatikan dengan baik. Sepertinya dia merasakan apa yang papaku rasakan. Setelah apa yang dia lakukan papa muntah-muntah dan merasakan perutnya sakit. Kami bingung dengan apa yang papa rasakan dengan penyakitnya. Mama memberitahukan kakak untuk menanyakan kepada tetangga yang pernah terkena penyakit Usus buntu. Dan seseorang laki-laki agak sedikit gemuk dan mukanya kelihatan seram. Dia  memberitahukan kepada papa bahwa seperti ini, seperti itu jika terkena penyakit usus buntu tetapi papa mtidak meraskan hal yang sama. Waktu berjalan samapai pukul 22.40 papa masih merasakan sakit itu wajah papa sangat terlihat pucat begitu lemas. Aku sedikit merasakan ketakutan atas apa yang terjadi kepada papa. Tanpa sepengetahuan siapapun aku menangis. Aku takut apa lagi waktu akan kami berangkatkan papa ke Rumah sakit beliau mengatakan kepada tetangga yang ada dirumah dan anak-anak kakak dengan nada sedikit lemas dan "Jangan nakal lagi kalau kakek ga pulang kerumah ini, maaf kalau saya ada salah dengan kalian semua." Aku melihat papa sedikit takut dan dengan sendirinya air mataku mengalir dengan deras.

Lima detik dan jam dinding menunjukan waktu 23.20 setelah itu kakak perempuanku siap-siap bergegas untuk membawa papa pergi ke Rumah sakit, sebelumnya aku tidak diizinkan untuk ikut, tetapi tiba-tiba kakak laki-lakiku mengatakan aku untuk ikut. Saat aku menaiki mobil papa telah terbaring lemas didekapan kakak perempuanku. Mama berada didepan disamping supir dan aku berada disamping papa. Aku sungguh sedih dan tak kuat menahan air mataku melihat papa sangat lemah begitu beda seperti biasanya. Diperjalanan menuju Rumah Sakit papa selalu melafalkan nama Allah dan akupun mengikuti dengan diiringi air mata yang sulit untuk aku hentikan. Rasanya saat itu mobil yang kami kendarai sangat lambat dan membuatku merasa kesal.

Saat tiba dirumah sakit aku dan kakak perlahan mencoba keras untuk membawa papa ke Ruang UDG dengan bantuan kakak laki-lakiku dan perawat Rumah Sakit itu. Cukup lama berada ditempat itu dan semakin membuatku kesal. Apa lagi perawat yang begitu lelet melakukan hal yang aku anggap harus dengan cepat. Hampir satu jam diruangan itu. Semakin mebuatku muak dan ingin pergi apa lagi melihat papa semakin merasakan kesakitan. Aku yang sangat ketakutan hampir tidak mau menjawab pertanyaan dari siapapun. Senyumpun begitu sulit untuk keluar dari pipiku ini saat melihat papa pucat pasi seperti itu.

Entah sudah berapa banyak aku menanyakan kepada kakak perempuanku kapan papa akan dipindahkan dari tempat itu sampai kakak tak ingin lagi menjawab pertanyaanku yang sangat menjengkelkan memang. Tapi aku takut, aku resah, aku merasakan malam itu sangat membosankan. Aku benci papa berada dirumah sakit. Benci tempat itu, sangat tidak suka.

Aku lupa waktu saat itu tetapi papa telah dipindahkan dari tempat itu ke kamar Rawat Inap. Dan papa semakin merasakan kesakitan yang mungkin luar biasa buat papa. Kami bertiga menemani papa sangat khawatir. Malam dan sesampai pagi itu papa tidak bisa tidur sama sekali. Sungguh aku benci hari itu, benar sangat sedih, sangat takut. Aku hanya berdoa kepada Allah semoga papa diberikan kemudahan dan selalu diberikan kesehatan yang luar biasa

Dan hari ini, setelah empat malam berada ditempat yang mebuatku bosan. Akhirnya papa pulang kerumah yang kemarin-kemarin membuatku sangan sedih, saat pulang kerumah tanpa papa dan keluargaku yang lainnya. Tapi hari ini tidak. Terima kasih ya Allah. :)


Papa I love u :*:*