Jumat, 28 Februari 2014

Srigala berbulu Domba

Kau temukan aku dikegelapan malam
Saat sang rembulan enggan datang
Aku tersesat dibelantara
Aku meringis menjerit tak karuan

Ada bayangan putih ku lihat
Disudut gelap semak belukar
Kau mengendap menatapku
Aku sumringah aku tak akan mati

Kamu datang menyapaku
Mengulurkan jemarimu
Tuk kugenggam
Hatiku merekah berbinar
Pahlawan dikegelapan

Aku tak menjerit (lagi)
Tertawa lepas
Seperti hidup kembali
Saat kau rangkul pundakku
Senderkan bahumu
Aku tenang, nyaman

Hari terus berlari
Mengitari sang cakrawala
Tak menyadarkanku
Telah tersesat dibelantara
Sendiri

Sang rembulan enggan bersinar
Bintang dilangitpun perlahan lenyap
Entahlah kenapa?
Kucari kesana kemari
Kau pun ikut lenyap
Menghilang

Aku menjerit histeris
Perjalan tanpa arah
Mencarimu dikegelapan belantara
Tapi tak kudapat
Yang kulihat bukan kamu (lagi)
Tapi sang srigala dipuncak itu
Mengaung kelaparan

Berlari tanpa arah
Menjauh darimu
Mencari jalan pulang
Kau semakin mendekat
Mencengkram leherku
Hingga aku terbaring lemah

Oh kamu...
srigala berbulu domba
Kau bantu kesesatan ku
Dibelentara yg tak ku tahu
Kau ingin memakanku

Malinda. Aspariani :)

PLONG!

Kosong, hampa!
Tapi aku suka
Tenang, sunyi
Lega, elok, manis
Ahh rasa apa ini?
Aku rasa hebat
Entahlah
Aku rasa plong!
Damai, enteng, ringan
Oh... aku suka

OH!


Sayang sekali semuanya beda
Hanya indah diawal saja
Hanya manis diluar saja
Kau tau tumpukan sampah!
Itulah kamu

Kau ludahi semuanya
Tetapi apa?
Kau jilad lagi semuanya
Aku benar-benar geli
Ilfil, muak, mual.
Tuk menatapmu saja
Aku enggan

Ternyata aku salah
Percuma saja positif thingking
Tak ada gunanya
Toh hasilnya negatif

Alasan klasikmu itu lucu
Aku berasa berumur 14tahun
Alasan yang tak pantas datang
Diusia wanita 19tahun

Ahhh. Kamu hebat yah
Aku tertipu oleh bibir manismu
Kau bersilat lidah
Bak pengacara handal

Tapi aku bersyukur
Aku tenang dan senang
Akhirnya bangkai itu kucium juga baunya
Sang tupai pandai pun terjatuh juga
Dan kamu..
Sang srigala berbulu domba
Tak sudi lagi tuk melirikmu
Apalagi harus menaiki pipiku
Memberikan senyuman
Maaf saja!

Malinda. Aspariani :)

Minggu, 23 Februari 2014

Mungkin kamu tak akan membaca tulisan ku ini
Karena katamu, kamu tak suka membaca
Hanya saja waktu itu kamu penasaran dengan hidupku
Makanya kau sempatkan melirik tulisan kecilku

Untukmu yg telah pergi
Dengan alasan yg klasik tak masuk akal
Menurutku.

Mau di apalagi? Toh kamu tlah pergi
Sayangnya tidak dihatiku
Kamu yg memulai semuanya
Tetapi kamu pula yg mengakhirinya

Aku tak pernah membayangkan ini
Keharusan berakhir
Semua orang tahu
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan
Tapi menurutku, tidak secepat ini.
Tapi kata mu lagi, jika nanti aku semakin tersakiti
Entahlah
Aku tak paham dengan semua ini
Aku tak bisa membaca pikiranmu

Dimana kamu yg dulu memperjuangkan aku?
Dimana kamu yg selalu peduli denganku?
Apakah semuanya hanya sandiwara?
Dimana cintamu yg ku yakini?
Dimana kata-katamu dulu?
Apakah semuanya sekedar sampah?
Entahlah

Aku meyakini semua ini akan baik-baik saja
Sampai waktunya, yg entah kapan dtng
Aku hanya berharap semua yg kamu katakan
Alasan kamu pergi itu
Semoga bukan kebohongan
Karena jika IYA
Mungkin hati ini akan berubah

Kamis, 13 Februari 2014

Rindu

Kau tahu? Apa itu rindu?
Saat mulut ini ingin bicara
Seketika ia membisu
Saat telingaku tak ingin mendengar
Terus saja ia melebar
Saat mata ini memejam
Selalu ada kamu dipandanganku
Saat hati ini ingin menutup
Merintis tak bisa ku tutup
Untukmu

Aku hanya ingin melepas pandanganmu
Menghilangkan semua tentangmu
Didalam memori otak tersusun rapat
Menepis rintihan hati ini
Setiap saat memangilmu
Aku rindu
Hingga tertawa dengan ketololanku
Tersedu menangisi rasa ini

Ah.. aku benci rindu
Dia kejam, tajam, perih.
Dia membunuh otakku
Dia melumpuhkan nadiku
Hingga suatu siang
Jantungku seakan kronis
Kau tahu, seluruh tubuhku lunglai
Muka ku memudar
Aliran darah ditubuhku membeku
Seketika aku terbangun
Disiang yang sejuk

Aku tak paham dengan rindu
Dia tak pernah berhenti
Saat aku merintah
Dia terus beredar
Layaknya darah ditubuh ini
Sekali lagi, jangan bunuh aku dengan rindu ini

Malinda . Aspariani :)

Seandainya mulutku berani membuka
Kan kukatakan, aku rindu
Mohon jangan tertawakan ini
Aku tau aku tolol
Hingga siap mencintaimu

Selasa, 11 Februari 2014

Sayang sekali kita yang saling memperjuangkan kebahagian harus berhenti hanya karena keadaan yang katamu tak bisa, seandainya saja ku bisa mengulang waktu. Aku tak ingin mengenalmu apalagi harus Jatuh cinta denganmu.sayangnya tak ada mesin waktu. Aku tak tahu apa yang ada dipikiranmu apalagi dihatimu. Hanya saja aku selalu berharap hanya aku yang ada dipikiranmu dan hatimu. ya! walaupun sekarang kita saling membisu, sebenarnya aku ingin bicara banyak denganmu tetapi aku tak bisa karena aku terlalu takut untuk menatap kedua bola matamu. Aku tak kuat jika harus menangis (lagi) ,sekarang aku telah bisa sedikit tersenyum dan tak menangis lagi disetiap malam yang dingin saat aku merindukanmu, yah! aku memang tak menangis lagi tetapi, hatiku entah sampai kapan masih merindukanmu.

ehmmmm
Aku pernah berfikir kekanak-kanakan, apakah kau hanya berpura-pura mencintaiku? pura-pura menyayangiku? jawab aku! karena sekarang aku masih menunggumu yang entah datang atau tidaknya (lagi) disisiku. Jika tidak! pergilah! dengan siapapun, tapi percayalah tak akan ada wanita sepertiku lagi yang bisa mencintai kelebihan dan kekuranganmu. Sekarang biarkan aku sendiri dengan kebodohan-kebodohanku. Tak perlu kau risau, karena hati ini akan baik-baik saja yang aku sendiri tak tahu kapan akan membaik. Biarkan aku melewatinya sendiri, tanpa ada kamu, ataupun bayanganmu.

Aku memang sulit jatuh cinta, begitu pula melepaskan. Sekarang aku sedang ikhlas dan belajar menerima ketentuanNya dengan sabar. Setelah ini aku tak tahu akan jatuh cinta dengan siapa (lagi). Yang kuharapakan jika aku jatuh cinta lagi, ku mau kesekian kalinya aku ingin semuanya baik-baik saja dan akan bertahan hingga disebuah ikatan yang sakral dengan janji suci. trims :)

Malinda Aspariani :)

someone like you

Bisakah kutemukan (lagi)
Atau masih adakah?
Seseorang sepertimu
kupikir tlah sempurna
untuk sekecil hati ini
ingin kumiliki (lagi)
kamu versi berbeda
tak harus seutuh kamu!
bukan, bukan semacam itu
melepaskan aku
iringi oleh alasan klasik
mencengkap otakku
sepertimu, tak harus utuh kamu.


Malinda Aspariani :)