Tampilkan postingan dengan label fakta ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fakta ku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Februari 2014

OH!


Sayang sekali semuanya beda
Hanya indah diawal saja
Hanya manis diluar saja
Kau tau tumpukan sampah!
Itulah kamu

Kau ludahi semuanya
Tetapi apa?
Kau jilad lagi semuanya
Aku benar-benar geli
Ilfil, muak, mual.
Tuk menatapmu saja
Aku enggan

Ternyata aku salah
Percuma saja positif thingking
Tak ada gunanya
Toh hasilnya negatif

Alasan klasikmu itu lucu
Aku berasa berumur 14tahun
Alasan yang tak pantas datang
Diusia wanita 19tahun

Ahhh. Kamu hebat yah
Aku tertipu oleh bibir manismu
Kau bersilat lidah
Bak pengacara handal

Tapi aku bersyukur
Aku tenang dan senang
Akhirnya bangkai itu kucium juga baunya
Sang tupai pandai pun terjatuh juga
Dan kamu..
Sang srigala berbulu domba
Tak sudi lagi tuk melirikmu
Apalagi harus menaiki pipiku
Memberikan senyuman
Maaf saja!

Malinda. Aspariani :)

Selasa, 11 Februari 2014

Sayang sekali kita yang saling memperjuangkan kebahagian harus berhenti hanya karena keadaan yang katamu tak bisa, seandainya saja ku bisa mengulang waktu. Aku tak ingin mengenalmu apalagi harus Jatuh cinta denganmu.sayangnya tak ada mesin waktu. Aku tak tahu apa yang ada dipikiranmu apalagi dihatimu. Hanya saja aku selalu berharap hanya aku yang ada dipikiranmu dan hatimu. ya! walaupun sekarang kita saling membisu, sebenarnya aku ingin bicara banyak denganmu tetapi aku tak bisa karena aku terlalu takut untuk menatap kedua bola matamu. Aku tak kuat jika harus menangis (lagi) ,sekarang aku telah bisa sedikit tersenyum dan tak menangis lagi disetiap malam yang dingin saat aku merindukanmu, yah! aku memang tak menangis lagi tetapi, hatiku entah sampai kapan masih merindukanmu.

ehmmmm
Aku pernah berfikir kekanak-kanakan, apakah kau hanya berpura-pura mencintaiku? pura-pura menyayangiku? jawab aku! karena sekarang aku masih menunggumu yang entah datang atau tidaknya (lagi) disisiku. Jika tidak! pergilah! dengan siapapun, tapi percayalah tak akan ada wanita sepertiku lagi yang bisa mencintai kelebihan dan kekuranganmu. Sekarang biarkan aku sendiri dengan kebodohan-kebodohanku. Tak perlu kau risau, karena hati ini akan baik-baik saja yang aku sendiri tak tahu kapan akan membaik. Biarkan aku melewatinya sendiri, tanpa ada kamu, ataupun bayanganmu.

Aku memang sulit jatuh cinta, begitu pula melepaskan. Sekarang aku sedang ikhlas dan belajar menerima ketentuanNya dengan sabar. Setelah ini aku tak tahu akan jatuh cinta dengan siapa (lagi). Yang kuharapakan jika aku jatuh cinta lagi, ku mau kesekian kalinya aku ingin semuanya baik-baik saja dan akan bertahan hingga disebuah ikatan yang sakral dengan janji suci. trims :)

Malinda Aspariani :)

someone like you

Bisakah kutemukan (lagi)
Atau masih adakah?
Seseorang sepertimu
kupikir tlah sempurna
untuk sekecil hati ini
ingin kumiliki (lagi)
kamu versi berbeda
tak harus seutuh kamu!
bukan, bukan semacam itu
melepaskan aku
iringi oleh alasan klasik
mencengkap otakku
sepertimu, tak harus utuh kamu.


Malinda Aspariani :)

Jumat, 29 November 2013

Tak selamanya pergi menyakitkan!

Aku percaya kamu masih mencintaiku
Terima kasih atas cintamu
Hingga sekarang masih bertahan untukku
Tetapi, aku tidak bisa membohongi perasaanku
Mungkin kisah kita memang lama
Sayangnya hatiku tak seperti kemarin
Yang sama sekali tidak berhenti
Untuk peduli dan mencintaimu

Jujur saja, aku masih sering teringat
Memori memori kita kemarin
Kamu sudah seperti kakakku
Hingga seperti ayah dan ibuku
Kamu tahu semua tentang aku
Dari hal baik hingga buruk

Aku masih ingat janjimu
Ingin menungguku empat tahun lagi
Melamarku dan membangun kehidupan
Bersamamu.

Ahh~~~ lucu sekali yah
Terkadang aku tertawa sendiri saat ingat itu
Ingat lelucon lelucon aneh tidak penting

Terimakasih jika masih mencintaiku
Dari tiga tahun lalu hingga sekarang
Aku harap kamu mengerti alasanku pergi
Walaupun kisah cinta kita berjalan lama
Tetapi aku yakin, pergi adalah pilihan terbaik
Mungkin kamu tidak akan menemukan
Sosok gadis sepertiku lagi

Terimakasih untukmu M. Erik Ridwan :)
Terimakasih untuk tiga tahun kemarin

Malinda aspariani :)

Selasa, 12 November 2013

Ajari aku!

Ayah, bagaimana engkau bisa terus tersenyum?
Padahal aku tahu engkau lelah menguras tenaga
Tetapi aku tak pernah melihat wajah sedihmu
Engkau terlalu terlihat kuat dan hebat
Kau selalu hadirkan tawa bahagia dirumah
Ayah, ajari aku sepertimu yang hebat ini
Anakmu yang satu ini terlalu lemah
Suka sekali mengeluarkan butiran bening dimatanya
Aku ingin sepertimu ayah.

Ibu, bagaimana engkau bisa terus tersenyum?
padahal aku tahu engkau lelah duduk didapur
Tetapi aku tak pernah melihatmu sedih
Saat masakanmu tak kusukai
kau selalu menceritakan hal yang tak aku tahu
Panjang lebar ceritanya hingga aku tersenyum
Ibu, aku tahu kau pernah mendengarku menangis
Dikamar kecilku itu kau tahu segala hal yang kulakukan
Aku malu ibu jika aku mengeluh padamu
Yang ku tahu kau tak pernah mengeluh
Aku tak mau menyusahkanmu ibu
Ibu, ajari aku sepertimu.



untuk ayah dan ibuku yang sangat akucintai :*

Malinda Aspariani :) 

Jumat, 01 November 2013

Kamu :)

Terima kasih telah datang ke dalam ruang kecil dihidup saya
Aku tak pernah bermimpi kamu ada disini, tepatnya dihati ini
Sekarang aku bisa tersenyum lagi, tepatnya tertawa
Aku telah banyak kehilangan air mata belakangan kamarin
Sekarang sepi yang dulu kurasakan sekarang perlahan hilang
Tak ada lagi kabut gelap menutupi penglihatanku
Aku harap kamu tak sekedar menjadi penghiburku

Mungkin tuhan menitipkanmu untuk menghapus pilu ini
Karena mungkin juga tuhan lelah melihatku yang terus menangis
Kamu yang pernahku mimpikan menjadi nyata
Aku tak tahu apa namanya ini? Jodoh, takdir, atau semacamnya.
Semuanya kubiarkan berjalan sesuai dengan adanya
Hingga tuhan mendengarkan rintihan hati ini

Sekali lagi, terima kasih telah memperhatikanku
ahh, lama sekali aku tak mendapatkannya
Aku pikir kamu sangat tak peduli
Tapi sayang sekali, aku salah!
Ternyata kamu lebih dari yang kuharapkan
Semoga saja ini tak hanya sementara

oh, ya! selamat datang didunia kecilku dan didalam Hati ini


Malinda Aspariani 



Kerinduan Melilitku :(



Apa yang harus kamu lakukan, disaat kamu hampir tidak sanggup lagi untuk berdiri. Semua yang kamu pikirkan dan bayangkan tak sejalan dengan nyatanya. Aku berjalan disebuah keramaian yang begitu mencengkap, gelap, berkabut tebal, aku buta tak bisa melihat apapun padahal semua orang ada disitu, ada tawa, ada cerita tetapi kenapa aku menangis?. Kenapa aku tak merasakan tawa itu, sekalipun aku paksakan.

Aku ingin bicara dengan siapapun tapi mulutku kaku tak berkutik, aku diam mencoba untuk tertawa bersama keramaian itu, tapi apa? Aku masih tak bisa tersenyum, hingga pada akhirnya butiran air mata ini jatuh juga, cepat, banyak. Aku terkekeh hingga tak tahu lagi untuk berhenti, aku menangis membabi buta, semua mata memandang, semua orang bertanya-tanya. Aku terus terseduh hingga hampir tak kuat lagi untuk bernafas.

Semua yang kurasakan begitu gelap, sunyi, sepi. Aku seperti tersesat didalam sebuah hutan rimba. Aku tak bisa bicara dengan siapapun tak terkecuali dengan diriku sendiri, aku tak tahu dengan kondisiku dengan hatiku dengan pikiranku. Semua orang bertanya tapi aku hanya membisu. Aku terus menangis seperti orang gila. Tak ada bayangan siapapun dipikiraku saat itu. Tapi yang kuinginkan hanya satu, pulang.



Malinda Aspariani :)

Kamis, 31 Oktober 2013

Inilah ending-nya :)





Kau tau kasih, setiap pertemuan pasti ada perpisahan
Inilah saatnya semua harus berakhir
Tidak ada kesempatan lagi untukmu
Aku tak pernah menyalahkan dirimu
Hanya saja waktu tak berpihak pada kita
Aku telah banyak kau sia-siakan
Tanpa kau tau dan tak pernah mau tau itu
Kau harus tau saat hatiku merintis
Saat aku benar-benar sendiri
Hanya berteman bayanganku
Aku membutuhkan kamu
Tapi, kau tak pernah ada
Kau tak pernah tau apapun tentang aku
Kita sudah terlalu lama berkasih
Yang kurasa hanya baru mengenalmu
Dan apa ini
Sekarang kamu datang untuk mengadu
Memelas kasihmu, menangisi semuanya
Terlambat sayang, aku sudah tak bodoh lagi
Dulu kemana saat air mataku tak sanggup lagi untuk berhenti?
Saat tawa hilang dari wajahku ini
Aku terlalu hebat bersandiwara
Sehingga tak seorangpun tau
Aku kesepian dalam keramaian
Sudahlah, jangan kau sesali sesuatu yang tak kan datang lagi
Dulu kau sia-siakan perhatianku, cintaku
semua yang telah kukorbankan
seperti makanan yang tak enak lagi
Sedih sekali rasanya dan itupun kau rasakan sekarang
Entahlah, aku terlalu senang mendengarnya
Ternyata karma itu datang menghampirimu
Selamat yah, akhirnya tak perlu kuberitahu
Kau telah merasakan yang selama ini kurasakan
Kau tak perlu datang lagi dengan alasan apapun itu
Tak ada lagi yang bisa aku percayakan
Sekarang aku telah bahagia dengan hidupku yang baru.

Ter-untuk pria di tanah sunda.

Malinda Aspariani :)

Selasa, 24 September 2013

untukmu



Aku ini pacarmu, bukan patung, angin, atau apapun itu.

Kenapa kamu harus beda, aku perih.

Dimana janjimu, dimana ucapanmu.

Seperti apa rasa sayangmu itu? Aku tidak merasakannya.

Aku seperti orang bodoh, terlalu percaya dengan cintamu.

Entah dimana cinta dan sayangmu itu.

Aku benar-benar tidak tahu.

Kamu memang ada tapi untukku.

Kamu tidak pernah nyata, cintamu, sayangmu.

Semua tentangmu itu. Kosong!

Kenapa kamu dingin, ini bukan kutub utara.

Mungkin hatimu memang telah beku.

Tak ada ketakutan untuk cintaku ini.

Apapun yang aku lakukan, tidak berguna sama sekali.

Sayang sekali hatiku ini terlalu kuat menahan.

Mataku telah lelah untuk menangis.

Terlalu lelah menerka pikirianmu.
Ajari aku sepertimu, Ice!



Malinda Asapriani :)

Sabtu, 07 September 2013

Galau!



Apakah Aku Jatuh Cinta (lagi) ?

Semuanya mengalir begitu saja
Aku hanya terlalu suka menatapnya lebih lama
Bibirku tersenyum manis
Dan hatiku berdetak pelan ketika dia datang.
Dia seperti bebek, berjalan tak menghiraukan siapa-siapa
Aku, yah hanya melirik terus melirik
Aku suka dengan senyumnya
Dengan gayanya yang seperti bebek
Suaranya lucu, hanya tidak seperti bebek.
Tetapi,
Dia terlalu sempurna untuk gadis sepertiku
Aku terlalu takut jika dia tahu
Ada dua bola mata yang terlalu lama meliriknya, diam diam.
Semoga saja dia tidak akan tahu itu.

Tuhan, kenapa rasa ini datang lagi
Kenapa harus ada disaat hati ini telah terisi
Entahlah, aku tidak tahu ini apa
Cinta, suka, atau apalah.  
Gejala ini sangat langkah aku dapatkan
Dan saat datang, tidak pernah tepat
Jatuh cinta, aku tidak bisa memastikan
Jika aku jatuh cinta (lagi).

Malinda Aspariani :)

Senin, 11 Maret 2013

Long Distance Relationship (:





Aku juga ingin seperti mereka,
Yang selalu bisa bersama
Menikmati hari dengan tawa dan canda
Terkadang ada tangis dan benci

Aku ingin memelukmu
Bukan bayanganmu
Aku ingin mengecupmu
Bukan suaramu

Aku terus menikmati
Cerita yang kita buat
Menyukai caramu mencintaiku

Dalam jarak puluhan kilo meter
Yang begitu banyak memerlukan sabar
Terkadang aku benci
Kenapa harus seperti ini?
Kenapa tidak seperti mereka?
Yang begitu nyata

Kepercayaanku padamu
terkadang tak setegar batu karang
tak sehalus sutra
aku bisa saja menjadi butiran-butiran debu
juga bisa menjadi kerikil yang kasar

sampai kapan jarak menjadi masalah terbesar kita
sampai kapan sinyal menjadi boomerang bagi kita
sampai kapan waktu bisa menyatukan kita
sedekat mungkin, seperti mereka mereka

Yang tertawa dan menangis dalam nyata
Bukan dalam khayalan dan bayang bayang ilusi semata

Dekap aku semampumu dalam nyata
Jaga aku sebisamu dalam nyata

Malinda Asapriani :)