Untaian jemariku yang diarahkan oleh pikiranku lebih suka
menggoreskan di lembaran kertas putih.
Seperti apa diriku ini. Kertas putih, tanganku, pikiranku, kehidupanku lebih
seringku utarakan dengan tulisan daripada orang lain baik siapapun itu. Tak
banyak orang sepertiku, memang! Orang lain kadang kala lebih memilih
mencurahkankan isi hati mereka kepada orang lain atau siapapun agar mereka
merasakan hari-hari meraka lebih indah. Tetapi itu tidak untuk aku.
Aku lebih suka pikiranku, perasaanku, hatiku, masalahku, dan lain sebagainya kuserahkan , kusampaikan dengan mengores lembaran kertas putih yang suci itu. Entah kenapa aku seperti ini, apa aku malu?, apa aku takut?, atau apa? Yang pasti aku tak suka menceritakan kepada siapapun. Aku ingin menyendiri, menurutku lebih baik aku sendiri dengan lembaran kertas putih saja yang tahu. Aku sakit! cukup aku tuhan yang tahu, aku senang! Cukup aku juga tuhan yang tahu. Mereka yang diluar sana tak perlu tahu apa yang aku rasakan, memang meraka ingin mendengar dan mencari tahu tapi untukku! Cukup aku saja dan tuhan yang tahu.
Sahabat, apa aku punya sahabat? Yah,tentu! Sahabat yang kata orang saat sedih dan saat suka selalu menamani kita, aku pikir tidak! Sahabat untukku hanyalah orang terdekatku yang menemani kehidupan sehari-hariku. Mereka tak perlu tahu aku sakit, aku senang, aku bosan, aku sedih, aku takut. Aku pikir tak perlu meraka tahu, aku hanya ingin tuhan tahu apa yang aku rasakan. Mungkin kesendirian membuat orang merasa terlihat aneh, iya. Tapi aku tidak seperti itu. Aku berada dimana orang ada tapi aku hanya tidak Nampak dari orang yang benar-benar tahu kalau aku itu benar-benar ada dikelilingi orang-orang yang ada. Kata orang! Sesuatu yang ada dihati kita baik sedih maupun senang tidak boleh disimpan. Iya, tentu! Tetapi menurutku bukan dengan cara kita mengumbar kepada seseorang bahwa kita sakit, kita senang, dan lain sebagainya. Itu sama saja menyulitkan seseorang, apa kalian pikir kita seperti itu mengerti? Tidak, mereka hanya mendengar,melihat, dan mengiyakan.
Kadang kala kita ditanyakan oleh sebuah SOLUSI! Apa yang kalian pikir orang yang tadi mendengar kita telah merancang sebuah solusi? Tidak, meraka hanya ingin mendengar sebelumnya. Bukan untuk memberikan solusi. Walaupun iya, meraka hanya terpaksa. Itu lah mengapa aku lebih suka menangis dikegelapan dan kesendirian, lebih suka tertawa dilautan yang luas dan daratan yang indah . Aku tak suka orang lain melihat tangisku, melihat butiran air mata jatuh dipipiku. Aku lebih suka mengadu kepada tuhan, mencurahkan kepada tuhan.
Aku tak ingin mengadu kepada sahabat atau apapun itu. Aku yakin tuhan lebih tahu apa yang aku rasakan, orang lain tidak. Jadi ,aku lebih suka merangkai kata yang keluar dari hatiku, pikiranku, diembaran kertas putih. Orang lain cukup membaca dan melihat. Aku tak butuh solusi karena aku yakin tuhan akan memberikan solusi kepadaku. Menulis suatu kesenangan sendiri untukku, air mata yang jatuh cukup tuhan yang tahu, hati yang tersakiti cukup tuhan yang tahu. Maaf untuk kalian yang lebih suka mencurahkan kepada orang lain, maksud tulisanku ini bukan untuk menyindir kalian! Bukan, aku hanya mengatakan secara tidak langsung kepada kalian.
Mohon jangan salah mengartikan kata-kataku. Aku tidak mengharapkan kalian menyukai atau menyetujui tulisanku. Aku hanya mencurahkan. Bahwa bagiku, menulis adalah suatu caraku untuk mencurahkan apa yang ada dihatiku, dijiwaku, dihidupku. trims
Malinda aspariani :D
Aku lebih suka pikiranku, perasaanku, hatiku, masalahku, dan lain sebagainya kuserahkan , kusampaikan dengan mengores lembaran kertas putih yang suci itu. Entah kenapa aku seperti ini, apa aku malu?, apa aku takut?, atau apa? Yang pasti aku tak suka menceritakan kepada siapapun. Aku ingin menyendiri, menurutku lebih baik aku sendiri dengan lembaran kertas putih saja yang tahu. Aku sakit! cukup aku tuhan yang tahu, aku senang! Cukup aku juga tuhan yang tahu. Mereka yang diluar sana tak perlu tahu apa yang aku rasakan, memang meraka ingin mendengar dan mencari tahu tapi untukku! Cukup aku saja dan tuhan yang tahu.
Sahabat, apa aku punya sahabat? Yah,tentu! Sahabat yang kata orang saat sedih dan saat suka selalu menamani kita, aku pikir tidak! Sahabat untukku hanyalah orang terdekatku yang menemani kehidupan sehari-hariku. Mereka tak perlu tahu aku sakit, aku senang, aku bosan, aku sedih, aku takut. Aku pikir tak perlu meraka tahu, aku hanya ingin tuhan tahu apa yang aku rasakan. Mungkin kesendirian membuat orang merasa terlihat aneh, iya. Tapi aku tidak seperti itu. Aku berada dimana orang ada tapi aku hanya tidak Nampak dari orang yang benar-benar tahu kalau aku itu benar-benar ada dikelilingi orang-orang yang ada. Kata orang! Sesuatu yang ada dihati kita baik sedih maupun senang tidak boleh disimpan. Iya, tentu! Tetapi menurutku bukan dengan cara kita mengumbar kepada seseorang bahwa kita sakit, kita senang, dan lain sebagainya. Itu sama saja menyulitkan seseorang, apa kalian pikir kita seperti itu mengerti? Tidak, mereka hanya mendengar,melihat, dan mengiyakan.
Kadang kala kita ditanyakan oleh sebuah SOLUSI! Apa yang kalian pikir orang yang tadi mendengar kita telah merancang sebuah solusi? Tidak, meraka hanya ingin mendengar sebelumnya. Bukan untuk memberikan solusi. Walaupun iya, meraka hanya terpaksa. Itu lah mengapa aku lebih suka menangis dikegelapan dan kesendirian, lebih suka tertawa dilautan yang luas dan daratan yang indah . Aku tak suka orang lain melihat tangisku, melihat butiran air mata jatuh dipipiku. Aku lebih suka mengadu kepada tuhan, mencurahkan kepada tuhan.
Aku tak ingin mengadu kepada sahabat atau apapun itu. Aku yakin tuhan lebih tahu apa yang aku rasakan, orang lain tidak. Jadi ,aku lebih suka merangkai kata yang keluar dari hatiku, pikiranku, diembaran kertas putih. Orang lain cukup membaca dan melihat. Aku tak butuh solusi karena aku yakin tuhan akan memberikan solusi kepadaku. Menulis suatu kesenangan sendiri untukku, air mata yang jatuh cukup tuhan yang tahu, hati yang tersakiti cukup tuhan yang tahu. Maaf untuk kalian yang lebih suka mencurahkan kepada orang lain, maksud tulisanku ini bukan untuk menyindir kalian! Bukan, aku hanya mengatakan secara tidak langsung kepada kalian.
Mohon jangan salah mengartikan kata-kataku. Aku tidak mengharapkan kalian menyukai atau menyetujui tulisanku. Aku hanya mencurahkan. Bahwa bagiku, menulis adalah suatu caraku untuk mencurahkan apa yang ada dihatiku, dijiwaku, dihidupku. trims
Malinda aspariani :D