Sabtu, 09 Agustus 2014

Merpati Menanti

Jantung ku kembali berdetak kencang
Saat bait-bait katamu menyapa
Kesunyian jiwa yg hampir membeku

Telah lama ku menunggu diujung senja
Tanpa jawaban dan pertanyaan
Mengapa harus menunggu?
Kenapa terus membisu?

Enam bulan berlalu dengan kebisuan
Dan entah kenapa ramai hati meronta
Apa masih ada rasa? Atau tersiksa

Aku terus menunggu merpati itu kembali
Menyapa lewat sayap-sayap putih
Duduk termenung diujung patahan rindu
Tak bertepi

Sang merpati membawa mawar merah
Dihadapan jiwa yg terbisu
Menganga hati yg kosong

Perlahan aku beranjak pergi
Sang merpati tak membawakan mawar itu
Dihadapan rona jiwa merana
Ia hanya terbang melintas menyapa kebekuan
Kemudian terbang tinggi
Dan menjatukan tangkai mawar
Didalam jiwa berbeda

Terima kasih
Aku mengerti atas kesakitan jiwaku
Yg tak kunjung dijawab sang waktu
Tapi sekarang aku paham
Untuk siapa  ku jatuhkan kesucian hatiku
Tak akan ada lagi nona yg menunggu merpati
Juga berdiri dihadapan senja
Berharap kau datang memeluk
Patahan rindu-rindu yg berserakan
Dilautan yg bergelombang