Kamis, 19 Juli 2012

Aku untuk saat ini!




Cukup sabar aku melihat keadaan ini
Cukup lelah aku merindukanmu
Setiap hari kamu buat ku tertawa
Setiap hari pula kamu buatku menangis

Sakit  sudah biasa
Senang lebih baik untuk menutup kesedihan
Menangis sudah bosan
Tertawa itu aku lakukan menutupi air mataku

Sabar aku sudah bisa
Jeritan hati kadang memberontak saat aku bersabar
Tegar itulah yang sekarang aku lakukan
Tegar itu sakit, perih, sulit,

Hanya berharap semoga Tegar ini akan membuah hasil yang baik.


Malinda Aspariani

Saat rindu melilit hatiku!


Mungkin rasa ini sudah lama tidak pernah aku rasakan, mungkin sudah dua tahun lamanya setelah hubungnku dengan cinta pertamaku berakhir. Kali ini, rasa yang dulu membuatku tersenyum sendiri, membuatku seperti orang gila dan membuatku menangis telah hadir kembali setelah cukup sekian lama tidak aku rasakan hadirnya dihatiku. Mungkin pertemuan kita memang terbilang singkat, walaupun kita telah lama saling mengenal hanya saja baru saat ini baru aku rasakan getaran cinta untukmu. Mungkin jika aku tidak mengikuti acara FL2SN aku tidak akan merasakan perasaan yang berbeda denganmu, tetapi waktu berkata lain. Dengan waktu yang sedikit singkat, aku mencintaimu aku menyukaimu. Jujur saja aku tidak pernah berharap rasa ini ada rasa ini datang. Aku tahu kamu mempunyai seorang wanita yang kamu cintai didalam hatimu. Tidak mungkin rasanya aku mencintai atau menyukai kekasih orang lain. Tapi hari itu, kamu mengatakan bahwa aku ini pacarmu untuk hari ini saja dan kamu memperlakukan aku, hari itu aku memang benar-benar seperti pacar sungguhanmu. Beberapa hari berikutnya kamu masih memperlakukan aku seperti pacarmu, walaupun hari itu kamu mengatakan sampai jam 12malam nanti kamu masih menjadi pacarku tapi perhatianmu masih berlanjut kehari selanjutnya. Tapi kenapa sudah beberapa hari ini kamu tidak seperti hari sebelumnya, kamu dan perhatianmu semakin hari semakin menghilang semakin memudar. Aku tahu aku memang bukan pacarmu, tetapi kenapa tidak kamu teruskan perhatianmu itu. Kenapa kamu berhenti begitu saja, apa kamu hanya sekedar ingin mempermainkan perasaanku, atau kamu tidak bisa melepaskannya. Tadi kita berjumpa setelah beberapa hari tidak berjumpa dan berkomunikasi, aku sedikit canggung saat melihatmu tadi, apalagi ada kekasihmu. Aku hanya pura-pura tidak melihatmu tadi. Aku terkejut saat membuka ponselku yang berdering tanda pesan dan itu dari kamu! Cukup lama juga kamu tidak mengirimkan aku pesan, isi pesanmu hanya membahas kegiatan nanti siang. Dan sekarang kita bertemu lagi tanpa kekasihmu tapi aku masih canggung untuk berbicara denganmu, tapi sepertinya tidak untukmu. Kamu terlihat biasa saja seperti beberapa hari yang lalu ini tidak ada yang terjadi antara kita berdua. Dengan sikapmu yang  begitu, akupun berusaha bersikap sepertimu dan ternyata aku bisa, iya! Walaupun hatiku tidak. Dan malam ini aku benar-benar merindukamu, merindukan kamu beberapa hari yang lalu, merindukan perhatianmu, merindukan kecemasaanmu untukku, merindukan emotion kiss untukku sebelum aku tidur kamu selalu mengirimnya untukku. Mungkin hari ini, besok, dan lusa untuk terakhir kalinya kita akan bertemu lagi. Kamu yang akan pindah rumah setelah aku melaksanakan UAS dan kamu yang akan melanjutkan kuliahmu dikota kembang. Dan aku mohon untuk terakhir kalinya, kirimkan aku pesan, datangi aku, genggam tanganku, bicara denganku, satu menit saja. Aku mohon untuk terakhir kalinya sebelum kita perpisah untuk selamanya. Aku kekasih gelapmu merindukanmu, aku pacar seharimu merindukanmu, aku Janimu merindukanmu. Kamu masih punya hutang padaku, kamu ingin kita mengelilingi sekolah pada malam jum’at hanya berdua seperti Radit dan jani. Ingatkah kamu! Aku tunggu kamu.


Menulis: Saat hatiku benar-benar sulit untuk menyatu dengan pikiran, saat aku tidak bisa menahan butiran air mata ini membasahi pipiku, saat aku benar-benar merindukan perhatianmu, malam ini malam jum’at 24 Mei 2012 saat hatiku menjerit memanggil namamu, saat aku menangis untukmu, saat aku tak mampu mengatakan aku rindu.



Malinda Aspariani

Sedikit Bisa, Banyak Tidak!


Malam ini masih sama dengan malam sebelumnya
Aku masih mengingatmu, mengingat kisah kita
Aku masih belum bisa melepaskan bayanganmu
Air mataku memang sudah tidak mengeluarkan butiran air
Hatiku sedikit lebih baik untuk hari ini
Hanya saja aku masih belum bisa
Aku belum mau melepaskan bayangan mu
Tidak sulit melepaskan semua kisah kita
Tidak mudah melepaskan kenangannya
Begitu sulit, perih, sakit, menyedihkan
Untuk melepaskan kenangan kita
Kenangan begitu singkat
Hanya saja tidak sesingkat itu
Untuk melupakan semua yang pernah terjadi
Antara kita .


Malinda Aspariani

Jeritan Kekasih gelap


Aku menangis, mungkin kamu tak tahu. Aku melemas saat kamu mengatakan bahwa kamu merindukannya. Aku terdiam saat kamu mengatakan bahwa kamu mencintai dia dan aku, aku lemas tak berdaya. Aku tidak bisa apa-apa lagi selain diam dan diam. Aku sungguh ingin bicara, aku ingin mengatakan bahwa aku sakit, aku tidak ingin mendengar namanya lagi. Aku sungguh bodoh, aku tahu kalian masih saling mencintai. Tapi aku juga mencintai kamu, sudah lama hatiku kosong, sudah lama sekali. Dan kali ini kenapa harus kuberikan untukmu yang hanya sedangkan hatimu separuh saja untukku, kenapa harus seperti ini.

Kenapa aku harus merasakan pahitnya cinta ini, kenapa aku tidak bisa merasakan seperti orang-orang. Aku juga ingin seutuhnya memilikimu, tidak separuh saja. Kenapa ada cinta yang seperti ini? Kenapa ada kamu yang jahat ini? Aku ingin berteriak, sungguh! Aku ingin pergi jauh, jauhhh! Sejauh mungkin, aku ingin melupakanmu atau aku amnesia saja, agar aku bisa benar-benar lupa denganmu, lupa dengan kenangan kita.


Seandainya kamu tahu, aku sakit, aku menangis, aku lelah, aku perih, aku hampir hilang. Ingin rasanya aku memukulmu, agar kamu sadar. Bahwa aku mencintaimu, sungguh mencintaimu. Lihat aku, aku akan bertahan semampuku, hingga kamu seutuhnya menjadi milikmu. Bagaimanapun aku akan tetap bertahan karena aku yakin, sesuatu akan indah pada waktunya.

Aku akan tetap ada untukmu, saat kamu tepuruk sekalipun, aku akan tetap berada disisimu. Karena aku mencintaimu. Dan aku harap jika kamu telah menyadari semuanya, aku dan hatimu seutuhnya milikku.


Malinda Aspariani