Aku tidak tahu harus memulai
semuanyanya darimana, saat segalanya hilang segalanya seperti membenciku.
Berdiri sendiri memang sangat tidak mudah apalagi semua peluru menuju padamu.
Tapi bagaimana caranya terus bertahan? Jika tidak berupaya sendiri karena semua
orang tidak peduli dan sibuk dengan diri mereka sendiri. Itukah membuatku
menjadi sedingin ice dengan masalah pribadi atau semacamnya.
Pernahkan kalian mengalami
namanya penyesalan? Mungkin semua orang pernah, tapi kita bisa apa? Mungkin
sedikit memperbaiki diri atau menjadi lebih gila lagi, semua telah menjadi
pilihan masing-masing. Aku selalu merasa
waktu terlalu cepat berlalu dan banyak hal yang tidak bisa aku tuntaskan atau
aku capai dan merasa ini semua tidak adil untukku atau aku yang sudah banyak
membuang waktu dengan hal yang membuatku menyesal sekarang?
Siapa yang tidak ingin bahagia?
Semua orang menginginkannya, tidakkah jika kita tidak mendapatkan itu dan
berusaha mendapatkan itu. Bahagia telah melengkapi banyak hal, bahagia adalah
kesimpulan yang semua orang lakukan kemarin, hari ini, dan yang akan datang.
Sekarang aku merasakan bahwa aku
benar-benar sedang tidak bahagia karena banyak hal yang membuat demikian. Sejak
aku terlahir didunia ini aku telah menangis begitu kencang karena aku telah
menghirup dunia baru tapi sekarang aku merasakan tangisan yang berbeda,
sekarang banyak hal yang membuatku menangis dan jika aku bisa menghitung telah
seberapa sering aku menangis mungkin aku akan menghabiskan waktu dengan sia-sia
karena aku tak akan bisa menghitungnya.
Cinta. Kapan kamu mulai mendengar
kata itu? Jika aku tidak salah, aku mendengar kata tersebut waktu aku telah
bisa berbicara, mendengar, serta menulis dengan baik yang aku dapatkan dari
media seperti; Tv, Radio, Buku, dan lainnya. Tapi saat aku mulai menyukai lawan
jenisku saat aku menginjak bangku sekolah menengah pertama, kata orang ini
namanya cinta monyet dan cinta monyet yang aku alami ini juga berujung patah
hati karena laki-laki yang aku cintai (katanya) tidak menyukaiku. Saat itu aku
mulai menangis atas nama cinta, waktu itu semuanya berasa berantakan sekali.
Tak ada yang lebih menyakitkan semua tubuh ini terasa lumpuh seketika dan mulai
saat itu semua drama cinta bermulai hingga sekarang.
Bagiku saat kita sudah
berhubungan (pacaran) yang cukup lama atas nama cinta dan perlahan-lahan cintapun
akan pudar karena cinta sebenarnya menurut saya adalah komitmen, dalam menjalin
hubungan ini sampai dengan selesai dan itu kembali lagi dengan personal yang
ingin berkomitmen atau tidak karena rasa cinta saat pertama kali itu perlahan
akan hilang. Dan aku belum menemukan laki-laki yang datang padaku atas nama
cinta untuk berkomitmen, mereka hanya datang membawa cinta kemudian pergi dan
tak ingin melajutkan apa-apa. Tapi aku juga kehilangan seseorang yang telah
ingin berkomitmen, tetap aku yang telah
mengkhinatinya dan sekarang dia telah pergi atas saranku hingga sekarang dia
tak datang lagi dan menghilangkan jejaknya hingga aku kesakitan meridukannya.
Untuk laki-laki yang bersuara
lembut khas sunda yang berkulit putih bersih tinggi dan rapi yang beralis tebal
berhiasa hidung mancung dengan senyuman yang kaku itu serta sorot tajam matamu
itu telah membuatku akhir-akhir ini sering menangis, tetapi aku tidak tahu tepatnya dimana kamu sekarang? Jarak ini terlalu
keras untuk aku taklukan, mungkin sekarang zaman telah canggih tapi aku masih
kehilangan jejak cintamu, bagaimana aku harus mengadu rindu ini? Meratapi
kesalahaku karena telah mengusirmu dari kehidupanku karena egoku yang keras,
karena api amarahku yang terlalu cepat melalap ego ini hingga nasi yang kumasak
telah menjadi bubur sehingga aku tak bisa menikmati nasi tersebut.
Dimanakah aku bisa mencari mu?
Aku hanya ingin bertemu denganmu dan mengatakan bahwa aku menyesali semua hal
yang telah membuatmu pergi, aku terlalu takut jika kamu telah menemukan wanita
lain disana yang selalu aku sarankan untuk kamu cari sebagai penggantiku saat
aku marah. Aku masih ingat kata-katamu yang mengatakan bahwa aku selalu ada
dihatimu dan tidak ada wanita manapun yang bisa menggantikan posisi hatiku
dihatimu. Aku juga masih mengingat suaramu ditelpon saat kamu berusaha meredam
amarahku saat aku memarahimu atau menceritakan kemarahanku kepada siapapun
karena kamu tidak hanya menjadi pasanganku, kamu telah melebihi sahabatku,
kakakku, ibuku, ayahku, serta diriku sendiri. Kamu tahu segalanya dan aku
percayakan semuanya kepadamu, tidakkah kamu mengatakan kata rindu itu lagi?
Seperti saat aku sibuk dan kamu selalu berupaya menemaniku walaupun kamu jauh.
Kamu selalu menemaniku saat aku sibuk belajar dan selalu membangunkan ku untuk
sholat malam, mengucapkan doa tidur saat aku akan pergi tidur. Apakah kamu
sudah melupakan segalanya seperti yang telah aku izinkan, apakah tidak ada
rindu itu lagi? Ini sudah hampir 7 bulan kamu tidak menghubungiku lagi dan nomor
telponmu juga tidak bisa aku hubungi.
Aku begitu sakit merindukanmu,
mungkin pelajaran atas kesalahan yang aku lakukan kepadamu yang pernah kamu rasakan
sakitnya. Aku benci rindu yang tidak bisa aku ungkapkan, aku benci tidak bisa
memelukmu dan mengatakan aku salah. Aku
benci jarak yang memisahkan kita yang seakan memberikan teka-teki kepadaku
bahwa waktu akan menemukan kita, yang aku tidak tahu dalam bentuk seperti apa,
dimana, kapan, oleh siapa dan bagaimana?
Aku takut jika kita bertemu nanti aku dan kamu tidak menjadi kita, aku takut
kamu telah berubah dan menempatkan hatimu oleh perempuan lain, aku takut!
Jika kamu bisa baca ini, aku
hanya ingin mengatakan aku sekarang hanya merindukanmu dan membutuhkanmu karena
hanya kamu yang aku cinta dan aku percayai. Tidak ada yang lain, aku tidak
menemukan seseorang sepertimu lagi sekarang. Semua yang aku temukan terlalu
sama dengan yang lainnya dan tak ada yang bisa membuatku jatuh cinta lagi seperti
aku yang telah terlalu dalam mencintaimu. Aku hampir setiap malam menangis
merindukanmu dan menyesali perbuatanku. Aku takut jika aku tak menemukan kamu
lagi, aku takut kita tidak bertemu, dan aku takut jika kamu telah pergi bersama
perempuan lain. Aku merindukan kamu yang meredamkan tangisku saat aku menangis
dalam hubungan kita atau masalahku disini