Dad, aku tak tahu harus bagaimana? Aku ingin sekali jujur bahwa aku ingin pergi dari sini, dad. Aku ingin juga pergi dari universitas ini, aku tak menikmati study ku ini. Aku ingin sekali jujur kepada kalian semua dad, tapi aku benar-benar tak bisa. Aku sekarang tetap berusaha menikmatinya hingga aku lelah. Dad, jika tahun depan aku lulus tes masuk perguruan tinggi lainnya apakah kalian marah? Apakah kalian tak setuju? Apakah kalian kecewa?
Dad, aku takut jika aku tak bisa membahagiakan kalian takut sekali. Takut kalian kecewa dengan hasil study ku nantinya. Aku ingin sekali kuliah dibandung dad disana aku ingin masuk sastra inggris atau sastra indonesia. Aku tak suka angka dad, mereka terlalu rumit untuk diartikan dibandingkan dengan huruf-huruf indah disastra.
Andai saja waktu bisa diulang kembali, aku akan merubah kesalahan waktu itu. Ahh, sayang sekali. Semuanya sudah terjadi. Mau tidak mau aku harus tetap berjalan di tempat yang tidak aku sukai ini :'(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar