Kamis, 24 April 2014

Terangkai

Hanya membariskan kata-kata
Tolol berisi makna
Melekat dibibir manis
Tak tertuang
Meleleh di ruang kosong
Tak bertepi

Ku raut makna jiwa
Merindu sentuhan
Sajak tak berarti
Hanya terpajang menari
Hadapi jiwa-jiwa tak elok

Ku biarkan dentuman
Mengoyakkan telinga
Dipercik kebodohan
Hanya tahu tidak mengerti

Rabu, 23 April 2014

Meredam Hati

Lekukan kerinduan malam ini
Menyesuri pembulu darah
Dingin mencekik ubun-ubun
Remang ini menjulur merayap
Hati tak bertuan

Ruang kosong senyap
Dengan tangisan hati
Tak bersua
Bising elokan tawa
Diluar tanpa jiwa

Jatuhkan segumpal rindu
Tak betuan
Kotori darah merah melantai
Jiwa menerkam sanubari
Membisu sang malam

Tengah malam merunduk
Menyepi dengan sunyi
Menangisi sejuk
Meratapi jiwa membelenggu
Menari berlenggak dikekosongan

Lambaian pedih berlagak
Tertunduk menyela
Biarkan asa ini memuncak

Selasa, 15 April 2014

Lekukan sang penari

Ketika kau sedang bermanja
Menari-nari membawa mereka
Mengkepak-kepak semangatnya
Aku tertawa memandangimu
Dibibir halus membentang
Duduk terpaku dikejahuan

Kau tak berniat menarikku
Terus saja kau melambai
Membekukan aku dengan kehangatan
Aku...
Hanya sendiri melongo
Bersandar dipohon tua tak berimbun

Tak sudi kah untukku
Menyusuri dinginmu
Atau menyentuhmu saja
Tapi jangan tarik aku
Aku takut !
Bagaimana jika aku tenggelam
Padahal pundakku lemah
Tak kuat untuk mengepak

Cukup menghirupmu saja
Melambaimu dikejahuan
Dan pergi dengan hembusanmu