Rabu, 20 Januari 2016

Jangan Pergi!!

Aku tidak ingin menyerah, tidak
Ini sudah terlalu jauh
Jalan yg kita lalui sudah terlampau jauh
Harusny kita tetap bersama hingga ujung jalan itu menyapa
Kita bisa meleburkan keegoisan kita

Aku tak ingin kita merobohkan rumah reyot itu
Tidak! Aku ingin tetap tinggal disana
Jangan kau hancurkan
Biarkan kita bersama merenovasinya
Aku ingin kita tetap bersama disana
Dirumah reyot itu
Jika kau tak ingin disana
Mari kita perbaiki
Tapi mohon jangan pergi

Aku ingin tetap bersama walaupun harus bersama-sama tertimpa kayu tua

Karena cinta bukan menghapus yang rusak
Tapi memperbaiki yang rusak

Sayang, tak ada jalan mulus
Genggam tanganku
Bawa aku bersamamu melewati kerikil bertulang ini

Kepada Kekasih ku M. Erik Ridwan

Rabu, 02 Desember 2015

Kepada Sepi yang Merasuki Hatiku

Kasih. Maaf, aku rindu!


Begitu sibukkah dirimu kali ini?
Hingga kamu sedikit melupakan wanita yang katamu cintai
Apakah dadamu tidak begitu sesak seperti aku?
Aku benar-benar rindu, tapi aku bisa apa?
Hanya sekedar pesan singkat yang bisa kamu untaikan
Ah.. bagitu merindunya aku. Setiap malam hanya kamu yang ada dipikiranku
Aku bahagia dengan kesibukan pekerjaanmu
Aku bahagia mendengarmu bersemangat menjemput rejeki
Tapi, taukah engkau kasih aku juga merindukan perhatianmu juga
Sudah beberapa minggu ini aku terlalu cepat terlelap atau kadang kala tidak bisa terlelap
Karena aku terlalu merindu panggilanmu, merindukan ceritamu, merindukan semuanya

Kita telah jauh dan dengan kesibukanmu pula kita semakin jauh
Tapi aku berharap hatimu tetap padaku
Aku membenci pikiran kotorku yang mengusik hatiku untuk memikirkan hal-hal buruk tentangmu
Kadang aku berpikir kamu telah menemukan wanita yang membuatmu nyaman disana, aku tahu kamu berjanji tidak akan melakukan hal gila semacam itu. Tapi pikiranku tidak.
Maafkan aku jika dering telpon dariku mengganggu pekerjaan atau lelahmu
Tahukah kamu jika aku mungkin lebih lelah merindu dari pada rutinitas pekerjaanmu itu

Tahukan kamu kasih, aku begitu keras membuat pikiran dan hatiku seirama hingga tak apa dugaan gila yang keluar dari otakku ini.
Susah sekali saat kita jauh dan kamu begitu sibuk hingga semakin jauh seperti ini
Seandainya rindu bisa kuhentikan dengan cara apapun, aku mau berusaha. Karena aku sudah lelah kasih. Aku lelah dirundung rindu yang berkepanjangan. Memang terdengar berlebihan, tapi beginilah adanya.
Kamu harus tahu saat kamu tak ada kabar dan sibuk dengan urusan pekerjaan dan lelahmu itu. Banyak hal-hal buruk yang akan merusak hubungan kita. Dan kadang aku masuk dalam perangkap jahat itu dan kemudian aku menyesal. Kamu pasti tahu apa perangkap itu.
Iya, benar sayang. Laki-laki lain datang menghampiriku. Kadang kala tak aku hiraukan karena aku juga sibuk dengan urusanku juga, tapi adakalahnya aku tak melakukan apa-apa hingga saat mereka datang dan aku menerima. Maaf sayang, tidak ada special dengan pembicaraan kami. Aku hanya mencoba menjalin hubungan baik untuk tidak menganggu urusanmu yang benar-benar tak bisa dikompromi.
Sayang, aku rindu. Mungkin kamu tahu karena setiap malam aku selalu mengirim pesan singakat itu padamu. Aku juga selalu menghubungimu tapi Kamu tidak menjawab. Aku tahu kamu sibuk, aku tahu. Aku hanya sedikit memberitahuimu bahwa jauh disini masih ada wanita yang harusnya kamu rindukan dan kamu perhatikan, aku ingin kamu selalu mengingatku didalam kesibukanmu.
Maaf sayang, jika aku menulis sedikit rinduku kemudian ku bagikan kepada dunia maya. Karena aku hanya ingin memberitahukan kepada semua orang bahwa aku adalah wanita hebat, yang selalu menunggu laki-lakinya walaupun kadang kala aku tak dihiraukan apalagi dengan jarak kita yang begitu jauh. Baik-baik yah sayang disana, aku selalu merindukanmu. Aku akan menjaga hatiku dari laki-laki lain, percayalah. Jangan lupa untuk menghubungiku saat urusanmu telah selesai saat kamu benar-benar tidak lelah lagi.

21 oktober 2015 kpd kekasihku  M. Erik Ridwan

Senin, 14 September 2015

Semacam Penyesalan



Aku tidak tahu harus memulai semuanyanya darimana, saat segalanya hilang segalanya seperti membenciku. Berdiri sendiri memang sangat tidak mudah apalagi semua peluru menuju padamu. Tapi bagaimana caranya terus bertahan? Jika tidak berupaya sendiri karena semua orang tidak peduli dan sibuk dengan diri mereka sendiri. Itukah membuatku menjadi sedingin ice dengan masalah pribadi atau semacamnya.
Pernahkan kalian mengalami namanya penyesalan? Mungkin semua orang pernah, tapi kita bisa apa? Mungkin sedikit memperbaiki diri atau menjadi lebih gila lagi, semua telah menjadi pilihan masing-masing.  Aku selalu merasa waktu terlalu cepat berlalu dan banyak hal yang tidak bisa aku tuntaskan atau aku capai dan merasa ini semua tidak adil untukku atau aku yang sudah banyak membuang waktu dengan hal yang membuatku menyesal sekarang?
Siapa yang tidak ingin bahagia? Semua orang menginginkannya, tidakkah jika kita tidak mendapatkan itu dan berusaha mendapatkan itu. Bahagia telah melengkapi banyak hal, bahagia adalah kesimpulan yang semua orang lakukan kemarin, hari ini, dan yang akan datang.
Sekarang aku merasakan bahwa aku benar-benar sedang tidak bahagia karena banyak hal yang membuat demikian. Sejak aku terlahir didunia ini aku telah menangis begitu kencang karena aku telah menghirup dunia baru tapi sekarang aku merasakan tangisan yang berbeda, sekarang banyak hal yang membuatku menangis dan jika aku bisa menghitung telah seberapa sering aku menangis mungkin aku akan menghabiskan waktu dengan sia-sia karena aku tak akan bisa menghitungnya.
Cinta. Kapan kamu mulai mendengar kata itu? Jika aku tidak salah, aku mendengar kata tersebut waktu aku telah bisa berbicara, mendengar, serta menulis dengan baik yang aku dapatkan dari media seperti; Tv, Radio, Buku, dan lainnya. Tapi saat aku mulai menyukai lawan jenisku saat aku menginjak bangku sekolah menengah pertama, kata orang ini namanya cinta monyet dan cinta monyet yang aku alami ini juga berujung patah hati karena laki-laki yang aku cintai (katanya) tidak menyukaiku. Saat itu aku mulai menangis atas nama cinta, waktu itu semuanya berasa berantakan sekali. Tak ada yang lebih menyakitkan semua tubuh ini terasa lumpuh seketika dan mulai saat itu semua drama cinta bermulai hingga sekarang.
Bagiku saat kita sudah berhubungan (pacaran) yang cukup lama atas nama cinta dan perlahan-lahan cintapun akan pudar karena cinta sebenarnya menurut saya adalah komitmen, dalam menjalin hubungan ini sampai dengan selesai dan itu kembali lagi dengan personal yang ingin berkomitmen atau tidak karena rasa cinta saat pertama kali itu perlahan akan hilang. Dan aku belum menemukan laki-laki yang datang padaku atas nama cinta untuk berkomitmen, mereka hanya datang membawa cinta kemudian pergi dan tak ingin melajutkan apa-apa. Tapi aku juga kehilangan seseorang yang telah ingin berkomitmen, tetap  aku yang telah mengkhinatinya dan sekarang dia telah pergi atas saranku hingga sekarang dia tak datang lagi dan menghilangkan jejaknya hingga aku kesakitan meridukannya.

Untuk laki-laki yang bersuara lembut khas sunda yang berkulit putih bersih tinggi dan rapi yang beralis tebal berhiasa hidung mancung dengan senyuman yang kaku itu serta sorot tajam matamu itu telah membuatku akhir-akhir ini sering menangis, tetapi aku tidak tahu tepatnya dimana kamu sekarang? Jarak ini terlalu keras untuk aku taklukan, mungkin sekarang zaman telah canggih tapi aku masih kehilangan jejak cintamu, bagaimana aku harus mengadu rindu ini? Meratapi kesalahaku karena telah mengusirmu dari kehidupanku karena egoku yang keras, karena api amarahku yang terlalu cepat melalap ego ini hingga nasi yang kumasak telah menjadi bubur sehingga aku tak bisa menikmati nasi tersebut.
Dimanakah aku bisa mencari mu? Aku hanya ingin bertemu denganmu dan mengatakan bahwa aku menyesali semua hal yang telah membuatmu pergi, aku terlalu takut jika kamu telah menemukan wanita lain disana yang selalu aku sarankan untuk kamu cari sebagai penggantiku saat aku marah. Aku masih ingat kata-katamu yang mengatakan bahwa aku selalu ada dihatimu dan tidak ada wanita manapun yang bisa menggantikan posisi hatiku dihatimu. Aku juga masih mengingat suaramu ditelpon saat kamu berusaha meredam amarahku saat aku memarahimu atau menceritakan kemarahanku kepada siapapun karena kamu tidak hanya menjadi pasanganku, kamu telah melebihi sahabatku, kakakku, ibuku, ayahku, serta diriku sendiri. Kamu tahu segalanya dan aku percayakan semuanya kepadamu, tidakkah kamu mengatakan kata rindu itu lagi? Seperti saat aku sibuk dan kamu selalu berupaya menemaniku walaupun kamu jauh. Kamu selalu menemaniku saat aku sibuk belajar dan selalu membangunkan ku untuk sholat malam, mengucapkan doa tidur saat aku akan pergi tidur. Apakah kamu sudah melupakan segalanya seperti yang telah aku izinkan, apakah tidak ada rindu itu lagi? Ini sudah hampir 7 bulan kamu tidak menghubungiku lagi dan nomor telponmu juga tidak bisa aku hubungi. 

Aku begitu sakit merindukanmu, mungkin pelajaran atas kesalahan yang aku  lakukan kepadamu yang pernah kamu rasakan sakitnya. Aku benci rindu yang tidak bisa aku ungkapkan, aku benci tidak bisa memelukmu dan mengatakan aku salah.  Aku benci jarak yang memisahkan kita yang seakan memberikan teka-teki kepadaku bahwa waktu akan menemukan kita, yang aku tidak tahu dalam bentuk seperti apa, dimana, kapan,  oleh siapa dan bagaimana? Aku takut jika kita bertemu nanti aku dan kamu tidak menjadi kita, aku takut kamu telah berubah dan menempatkan hatimu oleh perempuan lain, aku takut!
Jika kamu bisa baca ini, aku hanya ingin mengatakan aku sekarang hanya merindukanmu dan membutuhkanmu karena hanya kamu yang aku cinta dan aku percayai. Tidak ada yang lain, aku tidak menemukan seseorang sepertimu lagi sekarang. Semua yang aku temukan terlalu sama dengan yang lainnya dan tak ada yang bisa membuatku jatuh cinta lagi seperti aku yang telah terlalu dalam mencintaimu. Aku hampir setiap malam menangis merindukanmu dan menyesali perbuatanku. Aku takut jika aku tak menemukan kamu lagi, aku takut kita tidak bertemu, dan aku takut jika kamu telah pergi bersama perempuan lain. Aku merindukan kamu yang meredamkan tangisku saat aku menangis dalam hubungan kita atau masalahku disini

Teruntukmu yang telah aku sia-siakan, yang tidak bisa aku hubungi lagi, yang tidak bisa aku temukan, yang tidak bisa aku gantiikan. Aku begitu merindukamu sehingga aku begitu kesakitan sehingga tidak bisa menahan tangis setiap malamku apalagi mengingat memori hubungan kita yang telah berjalan hampir  4tahun, aku selalu mengirim pesan dan menghubungi nomormu walapun sudah tidak aktif, dan sekarang sudah aku hapus karena kata teman-temanku nomor yg aku hubungi sudah tidak digunakan lagi jdi semua pesan yang aku krim tidak akan pernah kamu baca lagi, terakhir aku hanya ingin mengatakan bahwa banyak sekali hal yg ingin aku ceritakan dari cerita sahabatku, ibu, ayah, kaka, kuliahku, hingga kamu. Sekrang aku tahu bahwa semua telah berakhir dan mungkin aku harus melupakan harapan kita selama ini, bahagialah dengan pilihanmu disana, aku akan memperbaiki hati ini perlahan kemudian hidup bahagia, aku akan berusaha berjalan sendiri dan aku biarkan waktu yang menemukan KITA dengan keadaan seperti apapun, harapanku hanya ingin BERJUMPA. I miss u MER 




Sabtu, 10 Januari 2015

Terlalu lama sendiri

Kali ini aku akan menulis sebuah cerita singkat saja yang kadang aku tulis lewat puisi tapi kali ini sedikit lebih bersifat curhatan. Ayo silahkan dibaca yah mungkin cerita dan apa yang kita rasa sama.

Terkadang sendiri itu menyenangkan semua orang yang sedang sendiri hari ini pasti akan menjawab iya, sure, why not?? Tetapi percayalah sendiri tidak selalu bahagia dan pastinya ada kegelisahan atas itu. Anda sudah berapa lama sendiri? Kalau aku dan hitunganku yang berantakan sudah 1tahun, satu tahun yang hanya aku nikmati bersama para teman kuliah, teman main, telfonan dengan sahabat yang jauh, bersama keluarga besar, dan bersama teman-teman organisasiku.

Saat kita bersama mereka kita tidaklah sendiri saat itu, apapun menjadi menyenangkan. Berbagi amarah, tawa, duka, semuanya kepada mereka yang banyak, tidak hanya ada satu orang spesial dan itu terasa adil bagiku. Sehingga tak ada yang egois karena pasti ada salah satu yang menjadi mediasi. Tapi saat bersama orang spesial mungkin hanya diam tanpa kata dan wajar datar menjadi mediasi yang entah akan kapan membaik.

Aku tidak sedang menutup pintu hatiku atau tak mau mebuka pintu hatiku, hanya saja aku pikir tamu yang datang kemarin, sore tadi, hari ini, hanya sekedar mengetuk dan bertanya ada siapa disana? Dan mencoba masuk perlahan, bencengkraman dengan basa basi yang membosankan didalam hatiku yang pintunya kubiarkan terbuka saat mereka didalamnya. Sayangnya lagi aku tak berniat menyajikan kata manis kepada mereka sehingga membuat mereka kehausan saat bercengkrama dihatiku dan perlahan pergi.

Aku menutup pintu hatiku karena aku takut ada pencuri yang mencoba masuk dan mungkin mengambil sesuatu yg berharga didiriku, dengan itu aku mengunci pintu hatiku tetapi pastinya akan tetap aku buka saat ada yang mengetuk yang sekedar mau tahu atau salah alamat. Menyenangkan sekali sendiri tetapi ada kala aku bosan tanpa alasan yang pasti.

Aku bukan seorang yang pemilih untuk seorang spesial dihatiku, aku hanya terlalu suka menyendiri karena sudah terlalu lama sendiri. Aku malah sedang menunggu seseorang yang menyinari setiap pagi dan malamku. Tetapi sepertinya dia sedang sibuk dengan tamu yang telah memasuki hatinya.

Kadang mencintai selucu ini. Menunggu yang tak pasti membosankan tetapi kali ini aku bersemangat menunggu, karena senyumanny meyakinkanku bahwa kami akan bersatu. Nikmatilah kesendirianmu, jaga hatimu, sucikan pikiranmu, mari memperbaiki diri. Semoga besok, lusa, atau kapan waktu itu dia akan datang mengetuk pintu hatimu dan mencoba berbicara dengan semua organ tubuhmu.

Selamat sendiri. Enjoy your day.

Minggu, 28 Desember 2014

Senandung subuh

Kemana perginya suara merdu itu
Ayat-ayat Al-Quran disubuh
Yang kudengar begitu menawan
Seperti kamu kukenal dahulu

Senandung subuh yang ku nanti
Tapi telah mati oleh dinginnya
Embun pagi kota ini
Kali ini hanya ada bising bernyanyi

Bangunkan aku disubuh itu (lagi)
Bersama senandungmu
Yang membuatku menari-nari
Bergejolak dalam sepi

Aku bosan bernyanyi
Bersyair liar tapi tak ada yang tahu
Aku bosan menari
Berelok tak terarah tanpamu

Bangunkan aku lagi
Dengan dinginnya embun Subuh
Bersama senandungmu
Yang menusuk sunyi hatiku

Senandungmu
Mengalirkan darahmu kedalam bait jiwaku
Dalam doa resahku, rindu yang keras kepala
Di telinga ini, kekalkan senandungmu
Di Nadiku

Dinding kamarku lembab

Seminggu lembab kedinginan
Dinding kamarku yang hiruk pikuk
Suara nyamuk nakal
Mengoceh meminta darah

Apa daya darahku terhisap pula
Seperti senyumanmu pagi itu
Tak perlu kau tahu
Jika di garis-garis tanganku
Engkaulah doa paling biru

Doa ini tak pernah terhalang apapun
Walaupun gelap malam
Kau tak menyapaku
Kusandarkan dinginnya jiwaku
Didinding kamar merapat jemarimu
Melosotkan embun kepelukan doaku

Aku ingin bicara sepatah dua kata
Hanya berdua didepan teras
Aku lelah menikmati senyummu
Setiap malam yang dingin
Tapi kau tak tahu, bahwa
Tubuh ini merikuk gemetaran

Masuklah ke dalam nadiku
Rasakan getaran darahku
Yang mengalir kegirangan
Dikala jiwamu menusuk hati ini

Dikegelapan malam
Ku coba menerobos dinding kamar
Untuk menepikan hatiku
Yang mematung kesepian

Lihatlah dinding itu
Berembun kedinginan
Lembab kesepian
Terpatung kesakitan
Tersandar juwita malam
Melekuk terisak rembulan

Minggu, 09 November 2014

Sang Bayangan. Itu Aku

Duduk manja berdua bercengkrama
Di ruang rindu bersama kekasihmu
Tersipu aku tak tahu
Jika hati mingikis relungnya

Dipangkuan rindu ini
Aku tersenyum menyendiri
Menangis merona dibelakang
Bayang bayang sepasang jiwa

Yang mengikat kasih dangan hati
Tak tahukah kalian
Aku berduka dalam tawa
Bertopeng setebal baja
Menahan asa yang mengepul

Ajak aku berdiri bersama jiwamu
Cinta
Berdua saja, tak ada dia
Tertawa bersama tangisku
Memeluk butiran dihatiku

Memastikan topeng ini terjatuh
Lihatlah wajah penyair rindu
Yang mematung dalam cinta
Disudut hatimu

Selasa, 09 September 2014

Diseberang pulau itu!

Kumis tipis diatas bibir merahmu
Menghanyutkan potongan-potongan jiwaku
Tiupan angin melambaikan hitam panjang rambutmu
Menguraikan Kumpulan darah hitam kelabu

Sihir disinar senyummu
Menghangatkan tubuhku dikedinginan
Diatas puncak gunung

Sayang sekali aku masih kedinginan
Karena tak ada matahari
Dilekukan kebekuan hatiku
Sang mentari dibibir tipismu
Tertutup kabut, gelap!

Aku berharap ada tangan gagah
Meraih jiwa kosong dikelelahan
Setiap trek gunung yang kulampaui

Dimana sosok bayanganmu?
Hilangkah oleh kabut sore ini?

Aku gagal berdiri diatas awan bersamamu
Berharap dibawah sana
Sosokmu menantiku penuh kehangatan
Meraih jemariku
Merangkul kelelahanku

Lagi! Kamu hanya menyapa
Dengan senyuman andalanmu
Hingga meluapkan aliran darahku
Andai kau merangkul pundakku
Menghapus ribuan keringat ini

Tapi, hanya ada lima jari menyapaku
Kemudian menyinari hatiku
Lewat kerumunan sinar senyummu

Terimakasih
Ribuan keringatku, terhapus!
Walau separuh

Untuk pria berkumis tipis, berambut hitam sebahu di seberang pulau. Terimakasih :) A.R.W

Sabtu, 09 Agustus 2014

Merpati Menanti

Jantung ku kembali berdetak kencang
Saat bait-bait katamu menyapa
Kesunyian jiwa yg hampir membeku

Telah lama ku menunggu diujung senja
Tanpa jawaban dan pertanyaan
Mengapa harus menunggu?
Kenapa terus membisu?

Enam bulan berlalu dengan kebisuan
Dan entah kenapa ramai hati meronta
Apa masih ada rasa? Atau tersiksa

Aku terus menunggu merpati itu kembali
Menyapa lewat sayap-sayap putih
Duduk termenung diujung patahan rindu
Tak bertepi

Sang merpati membawa mawar merah
Dihadapan jiwa yg terbisu
Menganga hati yg kosong

Perlahan aku beranjak pergi
Sang merpati tak membawakan mawar itu
Dihadapan rona jiwa merana
Ia hanya terbang melintas menyapa kebekuan
Kemudian terbang tinggi
Dan menjatukan tangkai mawar
Didalam jiwa berbeda

Terima kasih
Aku mengerti atas kesakitan jiwaku
Yg tak kunjung dijawab sang waktu
Tapi sekarang aku paham
Untuk siapa  ku jatuhkan kesucian hatiku
Tak akan ada lagi nona yg menunggu merpati
Juga berdiri dihadapan senja
Berharap kau datang memeluk
Patahan rindu-rindu yg berserakan
Dilautan yg bergelombang