Minggu, 28 Desember 2014

Senandung subuh

Kemana perginya suara merdu itu
Ayat-ayat Al-Quran disubuh
Yang kudengar begitu menawan
Seperti kamu kukenal dahulu

Senandung subuh yang ku nanti
Tapi telah mati oleh dinginnya
Embun pagi kota ini
Kali ini hanya ada bising bernyanyi

Bangunkan aku disubuh itu (lagi)
Bersama senandungmu
Yang membuatku menari-nari
Bergejolak dalam sepi

Aku bosan bernyanyi
Bersyair liar tapi tak ada yang tahu
Aku bosan menari
Berelok tak terarah tanpamu

Bangunkan aku lagi
Dengan dinginnya embun Subuh
Bersama senandungmu
Yang menusuk sunyi hatiku

Senandungmu
Mengalirkan darahmu kedalam bait jiwaku
Dalam doa resahku, rindu yang keras kepala
Di telinga ini, kekalkan senandungmu
Di Nadiku

Tidak ada komentar: