Selasa, 09 September 2014

Diseberang pulau itu!

Kumis tipis diatas bibir merahmu
Menghanyutkan potongan-potongan jiwaku
Tiupan angin melambaikan hitam panjang rambutmu
Menguraikan Kumpulan darah hitam kelabu

Sihir disinar senyummu
Menghangatkan tubuhku dikedinginan
Diatas puncak gunung

Sayang sekali aku masih kedinginan
Karena tak ada matahari
Dilekukan kebekuan hatiku
Sang mentari dibibir tipismu
Tertutup kabut, gelap!

Aku berharap ada tangan gagah
Meraih jiwa kosong dikelelahan
Setiap trek gunung yang kulampaui

Dimana sosok bayanganmu?
Hilangkah oleh kabut sore ini?

Aku gagal berdiri diatas awan bersamamu
Berharap dibawah sana
Sosokmu menantiku penuh kehangatan
Meraih jemariku
Merangkul kelelahanku

Lagi! Kamu hanya menyapa
Dengan senyuman andalanmu
Hingga meluapkan aliran darahku
Andai kau merangkul pundakku
Menghapus ribuan keringat ini

Tapi, hanya ada lima jari menyapaku
Kemudian menyinari hatiku
Lewat kerumunan sinar senyummu

Terimakasih
Ribuan keringatku, terhapus!
Walau separuh

Untuk pria berkumis tipis, berambut hitam sebahu di seberang pulau. Terimakasih :) A.R.W

Tidak ada komentar: