Senin, 14 September 2015

Semacam Penyesalan



Aku tidak tahu harus memulai semuanyanya darimana, saat segalanya hilang segalanya seperti membenciku. Berdiri sendiri memang sangat tidak mudah apalagi semua peluru menuju padamu. Tapi bagaimana caranya terus bertahan? Jika tidak berupaya sendiri karena semua orang tidak peduli dan sibuk dengan diri mereka sendiri. Itukah membuatku menjadi sedingin ice dengan masalah pribadi atau semacamnya.
Pernahkan kalian mengalami namanya penyesalan? Mungkin semua orang pernah, tapi kita bisa apa? Mungkin sedikit memperbaiki diri atau menjadi lebih gila lagi, semua telah menjadi pilihan masing-masing.  Aku selalu merasa waktu terlalu cepat berlalu dan banyak hal yang tidak bisa aku tuntaskan atau aku capai dan merasa ini semua tidak adil untukku atau aku yang sudah banyak membuang waktu dengan hal yang membuatku menyesal sekarang?
Siapa yang tidak ingin bahagia? Semua orang menginginkannya, tidakkah jika kita tidak mendapatkan itu dan berusaha mendapatkan itu. Bahagia telah melengkapi banyak hal, bahagia adalah kesimpulan yang semua orang lakukan kemarin, hari ini, dan yang akan datang.
Sekarang aku merasakan bahwa aku benar-benar sedang tidak bahagia karena banyak hal yang membuat demikian. Sejak aku terlahir didunia ini aku telah menangis begitu kencang karena aku telah menghirup dunia baru tapi sekarang aku merasakan tangisan yang berbeda, sekarang banyak hal yang membuatku menangis dan jika aku bisa menghitung telah seberapa sering aku menangis mungkin aku akan menghabiskan waktu dengan sia-sia karena aku tak akan bisa menghitungnya.
Cinta. Kapan kamu mulai mendengar kata itu? Jika aku tidak salah, aku mendengar kata tersebut waktu aku telah bisa berbicara, mendengar, serta menulis dengan baik yang aku dapatkan dari media seperti; Tv, Radio, Buku, dan lainnya. Tapi saat aku mulai menyukai lawan jenisku saat aku menginjak bangku sekolah menengah pertama, kata orang ini namanya cinta monyet dan cinta monyet yang aku alami ini juga berujung patah hati karena laki-laki yang aku cintai (katanya) tidak menyukaiku. Saat itu aku mulai menangis atas nama cinta, waktu itu semuanya berasa berantakan sekali. Tak ada yang lebih menyakitkan semua tubuh ini terasa lumpuh seketika dan mulai saat itu semua drama cinta bermulai hingga sekarang.
Bagiku saat kita sudah berhubungan (pacaran) yang cukup lama atas nama cinta dan perlahan-lahan cintapun akan pudar karena cinta sebenarnya menurut saya adalah komitmen, dalam menjalin hubungan ini sampai dengan selesai dan itu kembali lagi dengan personal yang ingin berkomitmen atau tidak karena rasa cinta saat pertama kali itu perlahan akan hilang. Dan aku belum menemukan laki-laki yang datang padaku atas nama cinta untuk berkomitmen, mereka hanya datang membawa cinta kemudian pergi dan tak ingin melajutkan apa-apa. Tapi aku juga kehilangan seseorang yang telah ingin berkomitmen, tetap  aku yang telah mengkhinatinya dan sekarang dia telah pergi atas saranku hingga sekarang dia tak datang lagi dan menghilangkan jejaknya hingga aku kesakitan meridukannya.

Untuk laki-laki yang bersuara lembut khas sunda yang berkulit putih bersih tinggi dan rapi yang beralis tebal berhiasa hidung mancung dengan senyuman yang kaku itu serta sorot tajam matamu itu telah membuatku akhir-akhir ini sering menangis, tetapi aku tidak tahu tepatnya dimana kamu sekarang? Jarak ini terlalu keras untuk aku taklukan, mungkin sekarang zaman telah canggih tapi aku masih kehilangan jejak cintamu, bagaimana aku harus mengadu rindu ini? Meratapi kesalahaku karena telah mengusirmu dari kehidupanku karena egoku yang keras, karena api amarahku yang terlalu cepat melalap ego ini hingga nasi yang kumasak telah menjadi bubur sehingga aku tak bisa menikmati nasi tersebut.
Dimanakah aku bisa mencari mu? Aku hanya ingin bertemu denganmu dan mengatakan bahwa aku menyesali semua hal yang telah membuatmu pergi, aku terlalu takut jika kamu telah menemukan wanita lain disana yang selalu aku sarankan untuk kamu cari sebagai penggantiku saat aku marah. Aku masih ingat kata-katamu yang mengatakan bahwa aku selalu ada dihatimu dan tidak ada wanita manapun yang bisa menggantikan posisi hatiku dihatimu. Aku juga masih mengingat suaramu ditelpon saat kamu berusaha meredam amarahku saat aku memarahimu atau menceritakan kemarahanku kepada siapapun karena kamu tidak hanya menjadi pasanganku, kamu telah melebihi sahabatku, kakakku, ibuku, ayahku, serta diriku sendiri. Kamu tahu segalanya dan aku percayakan semuanya kepadamu, tidakkah kamu mengatakan kata rindu itu lagi? Seperti saat aku sibuk dan kamu selalu berupaya menemaniku walaupun kamu jauh. Kamu selalu menemaniku saat aku sibuk belajar dan selalu membangunkan ku untuk sholat malam, mengucapkan doa tidur saat aku akan pergi tidur. Apakah kamu sudah melupakan segalanya seperti yang telah aku izinkan, apakah tidak ada rindu itu lagi? Ini sudah hampir 7 bulan kamu tidak menghubungiku lagi dan nomor telponmu juga tidak bisa aku hubungi. 

Aku begitu sakit merindukanmu, mungkin pelajaran atas kesalahan yang aku  lakukan kepadamu yang pernah kamu rasakan sakitnya. Aku benci rindu yang tidak bisa aku ungkapkan, aku benci tidak bisa memelukmu dan mengatakan aku salah.  Aku benci jarak yang memisahkan kita yang seakan memberikan teka-teki kepadaku bahwa waktu akan menemukan kita, yang aku tidak tahu dalam bentuk seperti apa, dimana, kapan,  oleh siapa dan bagaimana? Aku takut jika kita bertemu nanti aku dan kamu tidak menjadi kita, aku takut kamu telah berubah dan menempatkan hatimu oleh perempuan lain, aku takut!
Jika kamu bisa baca ini, aku hanya ingin mengatakan aku sekarang hanya merindukanmu dan membutuhkanmu karena hanya kamu yang aku cinta dan aku percayai. Tidak ada yang lain, aku tidak menemukan seseorang sepertimu lagi sekarang. Semua yang aku temukan terlalu sama dengan yang lainnya dan tak ada yang bisa membuatku jatuh cinta lagi seperti aku yang telah terlalu dalam mencintaimu. Aku hampir setiap malam menangis merindukanmu dan menyesali perbuatanku. Aku takut jika aku tak menemukan kamu lagi, aku takut kita tidak bertemu, dan aku takut jika kamu telah pergi bersama perempuan lain. Aku merindukan kamu yang meredamkan tangisku saat aku menangis dalam hubungan kita atau masalahku disini

Teruntukmu yang telah aku sia-siakan, yang tidak bisa aku hubungi lagi, yang tidak bisa aku temukan, yang tidak bisa aku gantiikan. Aku begitu merindukamu sehingga aku begitu kesakitan sehingga tidak bisa menahan tangis setiap malamku apalagi mengingat memori hubungan kita yang telah berjalan hampir  4tahun, aku selalu mengirim pesan dan menghubungi nomormu walapun sudah tidak aktif, dan sekarang sudah aku hapus karena kata teman-temanku nomor yg aku hubungi sudah tidak digunakan lagi jdi semua pesan yang aku krim tidak akan pernah kamu baca lagi, terakhir aku hanya ingin mengatakan bahwa banyak sekali hal yg ingin aku ceritakan dari cerita sahabatku, ibu, ayah, kaka, kuliahku, hingga kamu. Sekrang aku tahu bahwa semua telah berakhir dan mungkin aku harus melupakan harapan kita selama ini, bahagialah dengan pilihanmu disana, aku akan memperbaiki hati ini perlahan kemudian hidup bahagia, aku akan berusaha berjalan sendiri dan aku biarkan waktu yang menemukan KITA dengan keadaan seperti apapun, harapanku hanya ingin BERJUMPA. I miss u MER 




Tidak ada komentar: