Sayang sekali kita yang saling memperjuangkan kebahagian harus berhenti hanya karena keadaan yang katamu tak bisa, seandainya saja ku bisa mengulang waktu. Aku tak ingin mengenalmu apalagi harus Jatuh cinta denganmu.sayangnya tak ada mesin waktu. Aku tak tahu apa yang ada dipikiranmu apalagi dihatimu. Hanya saja aku selalu berharap hanya aku yang ada dipikiranmu dan hatimu. ya! walaupun sekarang kita saling membisu, sebenarnya aku ingin bicara banyak denganmu tetapi aku tak bisa karena aku terlalu takut untuk menatap kedua bola matamu. Aku tak kuat jika harus menangis (lagi) ,sekarang aku telah bisa sedikit tersenyum dan tak menangis lagi disetiap malam yang dingin saat aku merindukanmu, yah! aku memang tak menangis lagi tetapi, hatiku entah sampai kapan masih merindukanmu.
ehmmmm
Aku pernah berfikir kekanak-kanakan, apakah kau hanya berpura-pura mencintaiku? pura-pura menyayangiku? jawab aku! karena sekarang aku masih menunggumu yang entah datang atau tidaknya (lagi) disisiku. Jika tidak! pergilah! dengan siapapun, tapi percayalah tak akan ada wanita sepertiku lagi yang bisa mencintai kelebihan dan kekuranganmu. Sekarang biarkan aku sendiri dengan kebodohan-kebodohanku. Tak perlu kau risau, karena hati ini akan baik-baik saja yang aku sendiri tak tahu kapan akan membaik. Biarkan aku melewatinya sendiri, tanpa ada kamu, ataupun bayanganmu.
Aku memang sulit jatuh cinta, begitu pula melepaskan. Sekarang aku sedang ikhlas dan belajar menerima ketentuanNya dengan sabar. Setelah ini aku tak tahu akan jatuh cinta dengan siapa (lagi). Yang kuharapakan jika aku jatuh cinta lagi, ku mau kesekian kalinya aku ingin semuanya baik-baik saja dan akan bertahan hingga disebuah ikatan yang sakral dengan janji suci. trims :)
Malinda Aspariani :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar