Mungkin rasa ini sudah lama tidak pernah aku rasakan,
mungkin sudah dua tahun lamanya setelah hubungnku dengan cinta pertamaku
berakhir. Kali ini, rasa yang dulu membuatku tersenyum sendiri, membuatku
seperti orang gila dan membuatku menangis telah hadir kembali setelah cukup
sekian lama tidak aku rasakan hadirnya dihatiku. Mungkin pertemuan kita memang
terbilang singkat, walaupun kita telah lama saling mengenal hanya saja baru
saat ini baru aku rasakan getaran cinta untukmu. Mungkin jika aku tidak
mengikuti acara FL2SN aku tidak akan merasakan perasaan yang berbeda denganmu,
tetapi waktu berkata lain. Dengan waktu yang sedikit singkat, aku mencintaimu
aku menyukaimu. Jujur saja aku tidak pernah berharap rasa ini ada rasa ini datang.
Aku tahu kamu mempunyai seorang wanita yang kamu cintai didalam hatimu. Tidak
mungkin rasanya aku mencintai atau menyukai kekasih orang lain. Tapi hari itu,
kamu mengatakan bahwa aku ini pacarmu untuk hari ini saja dan kamu
memperlakukan aku, hari itu aku memang benar-benar seperti pacar sungguhanmu.
Beberapa hari berikutnya kamu masih memperlakukan aku seperti pacarmu, walaupun
hari itu kamu mengatakan sampai jam 12malam nanti kamu masih menjadi pacarku
tapi perhatianmu masih berlanjut kehari selanjutnya. Tapi kenapa sudah beberapa
hari ini kamu tidak seperti hari sebelumnya, kamu dan perhatianmu semakin hari
semakin menghilang semakin memudar. Aku tahu aku memang bukan pacarmu, tetapi
kenapa tidak kamu teruskan perhatianmu itu. Kenapa kamu berhenti begitu saja,
apa kamu hanya sekedar ingin mempermainkan perasaanku, atau kamu tidak bisa
melepaskannya. Tadi kita berjumpa setelah beberapa hari tidak berjumpa dan
berkomunikasi, aku sedikit canggung saat melihatmu tadi, apalagi ada kekasihmu.
Aku hanya pura-pura tidak melihatmu tadi. Aku terkejut saat membuka ponselku
yang berdering tanda pesan dan itu dari kamu! Cukup lama juga kamu tidak
mengirimkan aku pesan, isi pesanmu hanya membahas kegiatan nanti siang. Dan
sekarang kita bertemu lagi tanpa kekasihmu tapi aku masih canggung untuk
berbicara denganmu, tapi sepertinya tidak untukmu. Kamu terlihat biasa saja
seperti beberapa hari yang lalu ini tidak ada yang terjadi antara kita berdua.
Dengan sikapmu yang begitu, akupun
berusaha bersikap sepertimu dan ternyata aku bisa, iya! Walaupun hatiku tidak. Dan
malam ini aku benar-benar merindukamu, merindukan kamu beberapa hari yang lalu,
merindukan perhatianmu, merindukan kecemasaanmu untukku, merindukan emotion
kiss untukku sebelum aku tidur kamu selalu mengirimnya untukku. Mungkin hari
ini, besok, dan lusa untuk terakhir kalinya kita akan bertemu lagi. Kamu yang
akan pindah rumah setelah aku melaksanakan UAS dan kamu yang akan melanjutkan
kuliahmu dikota kembang. Dan aku mohon untuk terakhir kalinya, kirimkan aku
pesan, datangi aku, genggam tanganku, bicara denganku, satu menit saja. Aku
mohon untuk terakhir kalinya sebelum kita perpisah untuk selamanya. Aku kekasih
gelapmu merindukanmu, aku pacar seharimu merindukanmu, aku Janimu merindukanmu.
Kamu masih punya hutang padaku, kamu ingin kita mengelilingi sekolah pada malam
jum’at hanya berdua seperti Radit dan jani. Ingatkah kamu! Aku tunggu kamu.
Menulis: Saat hatiku benar-benar sulit untuk menyatu dengan
pikiran, saat aku tidak bisa menahan butiran air mata ini membasahi pipiku,
saat aku benar-benar merindukan perhatianmu, malam ini malam jum’at 24 Mei 2012
saat hatiku menjerit memanggil namamu, saat aku menangis untukmu, saat aku tak
mampu mengatakan aku rindu.
Malinda Aspariani
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar