Kamis, 19 Juli 2012

Jeritan Kekasih gelap


Aku menangis, mungkin kamu tak tahu. Aku melemas saat kamu mengatakan bahwa kamu merindukannya. Aku terdiam saat kamu mengatakan bahwa kamu mencintai dia dan aku, aku lemas tak berdaya. Aku tidak bisa apa-apa lagi selain diam dan diam. Aku sungguh ingin bicara, aku ingin mengatakan bahwa aku sakit, aku tidak ingin mendengar namanya lagi. Aku sungguh bodoh, aku tahu kalian masih saling mencintai. Tapi aku juga mencintai kamu, sudah lama hatiku kosong, sudah lama sekali. Dan kali ini kenapa harus kuberikan untukmu yang hanya sedangkan hatimu separuh saja untukku, kenapa harus seperti ini.

Kenapa aku harus merasakan pahitnya cinta ini, kenapa aku tidak bisa merasakan seperti orang-orang. Aku juga ingin seutuhnya memilikimu, tidak separuh saja. Kenapa ada cinta yang seperti ini? Kenapa ada kamu yang jahat ini? Aku ingin berteriak, sungguh! Aku ingin pergi jauh, jauhhh! Sejauh mungkin, aku ingin melupakanmu atau aku amnesia saja, agar aku bisa benar-benar lupa denganmu, lupa dengan kenangan kita.


Seandainya kamu tahu, aku sakit, aku menangis, aku lelah, aku perih, aku hampir hilang. Ingin rasanya aku memukulmu, agar kamu sadar. Bahwa aku mencintaimu, sungguh mencintaimu. Lihat aku, aku akan bertahan semampuku, hingga kamu seutuhnya menjadi milikmu. Bagaimanapun aku akan tetap bertahan karena aku yakin, sesuatu akan indah pada waktunya.

Aku akan tetap ada untukmu, saat kamu tepuruk sekalipun, aku akan tetap berada disisimu. Karena aku mencintaimu. Dan aku harap jika kamu telah menyadari semuanya, aku dan hatimu seutuhnya milikku.


Malinda Aspariani

Tidak ada komentar: