Aku
menangis, mungkin kamu tak tahu. Aku melemas saat kamu mengatakan bahwa kamu
merindukannya. Aku terdiam saat kamu mengatakan bahwa kamu mencintai dia dan
aku, aku lemas tak berdaya. Aku tidak bisa apa-apa lagi selain diam dan diam.
Aku sungguh ingin bicara, aku ingin mengatakan bahwa aku sakit, aku tidak ingin
mendengar namanya lagi. Aku sungguh bodoh, aku tahu kalian masih saling
mencintai. Tapi aku juga mencintai kamu, sudah lama hatiku kosong, sudah lama
sekali. Dan kali ini kenapa harus kuberikan untukmu yang hanya sedangkan hatimu
separuh saja untukku, kenapa harus seperti ini.
Kenapa aku
harus merasakan pahitnya cinta ini, kenapa aku tidak bisa merasakan seperti
orang-orang. Aku juga ingin seutuhnya memilikimu, tidak separuh saja. Kenapa
ada cinta yang seperti ini? Kenapa ada kamu yang jahat ini? Aku ingin
berteriak, sungguh! Aku ingin pergi jauh, jauhhh! Sejauh mungkin, aku ingin
melupakanmu atau aku amnesia saja, agar aku bisa benar-benar lupa denganmu,
lupa dengan kenangan kita.
Seandainya
kamu tahu, aku sakit, aku menangis, aku lelah, aku perih, aku hampir hilang.
Ingin rasanya aku memukulmu, agar kamu sadar. Bahwa aku mencintaimu, sungguh
mencintaimu. Lihat aku, aku akan bertahan semampuku, hingga kamu seutuhnya menjadi
milikmu. Bagaimanapun aku akan tetap bertahan karena aku yakin, sesuatu akan
indah pada waktunya.
Aku akan
tetap ada untukmu, saat kamu tepuruk sekalipun, aku akan tetap berada disisimu.
Karena aku mencintaimu. Dan aku harap jika kamu telah menyadari semuanya, aku
dan hatimu seutuhnya milikku.
Malinda Aspariani
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar