Selasa, 19 November 2013

How?

Kenapa bahagia ini terlalu cepat pergi
Aku rindu dia, Tuhan!
Sampaikan salam rindu ini
Aku merindukan semua tentang dia
Entah harus bagaimana
Aku ingin memeluknya lagi
Aku benci waktu ini Tuhan
Kenapa tak berpihak pada kami
Padahal aku tak pernah memimpikan ini
Kasih, aku benci ini
Aku ingin hilang ingatan saja Tuhan
Melupakan segalanya yang telah terisi
Tuhan rangkul aku
Aku takut sendiri seperti ini
Aku tak kuat, aku terlalu lemah

Entah harus bagaimana lagi? Aku tak tahu
Yang kumau hanya Dia disisiku




Malinda aspariani :)

Selasa, 12 November 2013

Tolong aku!

Kemarin aku telah bisa berjalan
Setelah lama merangkak kasakitan
Tapi sekarang aku terjatuh (lagi)
Terjatuh sendiri tanpa untaian tangan siapapun
Yang berharap akan membangunkanku
Sayang sekali, tak ada bantuan yang kuharapkan

Ayah,ibu. Rangkul anakmu ini sekarang
Topang pundakku untuk bisa berjalan
Kakiku tiba-tiba lemah bu, tak bisa bergerak
Seluruh saraf ditubuhku terasa kaku ayah

Tolong aku ibu, ayah. Aku ingin pulang saja
Sekarang tak ada lagi yang bisa aku harapkan
Disini, ditempat yang membuatku jatuh.



Malinda Aspariani :) 

Ajari aku!

Ayah, bagaimana engkau bisa terus tersenyum?
Padahal aku tahu engkau lelah menguras tenaga
Tetapi aku tak pernah melihat wajah sedihmu
Engkau terlalu terlihat kuat dan hebat
Kau selalu hadirkan tawa bahagia dirumah
Ayah, ajari aku sepertimu yang hebat ini
Anakmu yang satu ini terlalu lemah
Suka sekali mengeluarkan butiran bening dimatanya
Aku ingin sepertimu ayah.

Ibu, bagaimana engkau bisa terus tersenyum?
padahal aku tahu engkau lelah duduk didapur
Tetapi aku tak pernah melihatmu sedih
Saat masakanmu tak kusukai
kau selalu menceritakan hal yang tak aku tahu
Panjang lebar ceritanya hingga aku tersenyum
Ibu, aku tahu kau pernah mendengarku menangis
Dikamar kecilku itu kau tahu segala hal yang kulakukan
Aku malu ibu jika aku mengeluh padamu
Yang ku tahu kau tak pernah mengeluh
Aku tak mau menyusahkanmu ibu
Ibu, ajari aku sepertimu.



untuk ayah dan ibuku yang sangat akucintai :*

Malinda Aspariani :) 

!!!

Apakah kali ini aku harus tertawa?
Apakah aku harus menangis?
Apakah aku harus berteriak?
Apakah aku harus diam seribu bahasa?

entahlah, hidup terkadang memang tak selalu indah kawan
kemarin tertawa, hari ini menangis
besok berteriak, lusanya histeris

semua yang kau lakukan mungkin telah yang terbaik
tapi, tuhan terkadang mengatakan tidak, nanti, tunggu.

laluilah semua proses ini hingga air mata lelah untuk mengalir
jalanilah semua belokan yang terkadang menjadi jurang
ahhh, aku ingin kembali saja ke usiaku yang 18tahun yang lalu
Yang tak tahu apa apa, hanya tidur bangun dan makan

aku tak suka berusia 18 tahun atau semacamnya
aku tak ingin mengenal kehidupan yang keras
aku tak suka dengan cinta yang egois dan semacamnya

tuhan, tolong bicara denganku.
Temui aku didalam mimpiku
jangan bangunkan aku jika harus melihat dunia yang bodoh ini (lagi).

Kenapa aku hanya bisa berbicara denganmu lewat doa?
kenapa aku hanya bisa merangkulmu dalam sujudku?

kenapa kau tak datang untuk merangkul ku membawa kesurgamu.



Malinda Aspariani :) 

Sabtu, 02 November 2013

Bali



Bagaimana jika aku jatuh cinta padamu?
Tetapi aku tak bisa meraihmu, tidak sekarang!
Telah banyak yang mengagumimu dan
Jatuh cinta dengan elokmu, Bali!
Kapan aku bisa meraihmu
Merasakan hangat mentari pagi
Nan menawan ditanah eksotiskamu
Bali, tunggu aku datang bersama belahan jiwaku
Manjakan aku dengan elokmu itu
Bebaskan aku seperti orang-orang yang menyukaimu
Berikan kenanganmu agar aku bisa kembali lagi
saat aku datang menyapamu.

Jumat, 01 November 2013

Kamu :)

Terima kasih telah datang ke dalam ruang kecil dihidup saya
Aku tak pernah bermimpi kamu ada disini, tepatnya dihati ini
Sekarang aku bisa tersenyum lagi, tepatnya tertawa
Aku telah banyak kehilangan air mata belakangan kamarin
Sekarang sepi yang dulu kurasakan sekarang perlahan hilang
Tak ada lagi kabut gelap menutupi penglihatanku
Aku harap kamu tak sekedar menjadi penghiburku

Mungkin tuhan menitipkanmu untuk menghapus pilu ini
Karena mungkin juga tuhan lelah melihatku yang terus menangis
Kamu yang pernahku mimpikan menjadi nyata
Aku tak tahu apa namanya ini? Jodoh, takdir, atau semacamnya.
Semuanya kubiarkan berjalan sesuai dengan adanya
Hingga tuhan mendengarkan rintihan hati ini

Sekali lagi, terima kasih telah memperhatikanku
ahh, lama sekali aku tak mendapatkannya
Aku pikir kamu sangat tak peduli
Tapi sayang sekali, aku salah!
Ternyata kamu lebih dari yang kuharapkan
Semoga saja ini tak hanya sementara

oh, ya! selamat datang didunia kecilku dan didalam Hati ini


Malinda Aspariani 



Kerinduan Melilitku :(



Apa yang harus kamu lakukan, disaat kamu hampir tidak sanggup lagi untuk berdiri. Semua yang kamu pikirkan dan bayangkan tak sejalan dengan nyatanya. Aku berjalan disebuah keramaian yang begitu mencengkap, gelap, berkabut tebal, aku buta tak bisa melihat apapun padahal semua orang ada disitu, ada tawa, ada cerita tetapi kenapa aku menangis?. Kenapa aku tak merasakan tawa itu, sekalipun aku paksakan.

Aku ingin bicara dengan siapapun tapi mulutku kaku tak berkutik, aku diam mencoba untuk tertawa bersama keramaian itu, tapi apa? Aku masih tak bisa tersenyum, hingga pada akhirnya butiran air mata ini jatuh juga, cepat, banyak. Aku terkekeh hingga tak tahu lagi untuk berhenti, aku menangis membabi buta, semua mata memandang, semua orang bertanya-tanya. Aku terus terseduh hingga hampir tak kuat lagi untuk bernafas.

Semua yang kurasakan begitu gelap, sunyi, sepi. Aku seperti tersesat didalam sebuah hutan rimba. Aku tak bisa bicara dengan siapapun tak terkecuali dengan diriku sendiri, aku tak tahu dengan kondisiku dengan hatiku dengan pikiranku. Semua orang bertanya tapi aku hanya membisu. Aku terus menangis seperti orang gila. Tak ada bayangan siapapun dipikiraku saat itu. Tapi yang kuinginkan hanya satu, pulang.



Malinda Aspariani :)

Kamis, 31 Oktober 2013

Inilah ending-nya :)





Kau tau kasih, setiap pertemuan pasti ada perpisahan
Inilah saatnya semua harus berakhir
Tidak ada kesempatan lagi untukmu
Aku tak pernah menyalahkan dirimu
Hanya saja waktu tak berpihak pada kita
Aku telah banyak kau sia-siakan
Tanpa kau tau dan tak pernah mau tau itu
Kau harus tau saat hatiku merintis
Saat aku benar-benar sendiri
Hanya berteman bayanganku
Aku membutuhkan kamu
Tapi, kau tak pernah ada
Kau tak pernah tau apapun tentang aku
Kita sudah terlalu lama berkasih
Yang kurasa hanya baru mengenalmu
Dan apa ini
Sekarang kamu datang untuk mengadu
Memelas kasihmu, menangisi semuanya
Terlambat sayang, aku sudah tak bodoh lagi
Dulu kemana saat air mataku tak sanggup lagi untuk berhenti?
Saat tawa hilang dari wajahku ini
Aku terlalu hebat bersandiwara
Sehingga tak seorangpun tau
Aku kesepian dalam keramaian
Sudahlah, jangan kau sesali sesuatu yang tak kan datang lagi
Dulu kau sia-siakan perhatianku, cintaku
semua yang telah kukorbankan
seperti makanan yang tak enak lagi
Sedih sekali rasanya dan itupun kau rasakan sekarang
Entahlah, aku terlalu senang mendengarnya
Ternyata karma itu datang menghampirimu
Selamat yah, akhirnya tak perlu kuberitahu
Kau telah merasakan yang selama ini kurasakan
Kau tak perlu datang lagi dengan alasan apapun itu
Tak ada lagi yang bisa aku percayakan
Sekarang aku telah bahagia dengan hidupku yang baru.

Ter-untuk pria di tanah sunda.

Malinda Aspariani :)

Rabu, 09 Oktober 2013

Mungkin, aku terlalu berharap banyak.

Rasanya semua terjadi begitu cepat, kita berkenalan lalu tiba-tiba merasakan perasaan yang aneh. Setiap harinya berbeda, dan tak lagi sama. Kamu hadir membawa banyak perubahan dalam hari-hariku. Hitam dan putih menjadi lebih berwarna ketika kamu hadir mengisi ruang kosong dihatiku. Tak ada percakapan biasa, semuanya terjadi secara ajaib begitu saja. Entahlah, perasaan ini tumbuh melebihi batas yang kutahu.

Aku menjadi takut kehilanganmu. kamu seperti mengendalikan otak dan hatiku, ada sebab yang tak kumengerti sedikitpun. Aku sulit jauh darimu, membutuhkanmu seperti aku membutuhkan udara. Nafas ini tercekat bilaku tak melihatmu didalam pandangan mataku. Salah jika kamu kunomorsatukan?

Tapi entah mengapa sikapmu tak seperti sikapku. perhatianmu tak sedalam perhatianku. Tatapanmu tak setajam tatapanku. Ada yang salhkah diantara aku dan kamu? Apa kamu tak merasakan apa yang aku rasakan?
Kamu mungkin tak terlalu paham perasaanku, karena kamu memang tak pernah sibuk memikirkanku. Berdosakah jika aku menjatuhkan airmata ini untukmu?

Pandanglah aku yang mencintaimu dengan tulus namun kau hempaskan dengan begitu bulus. seberapa tidak pentingkah aku? Apakah aku hanya persimpangan jalan yang selalu kau abaikan juga kau tinggalkan?
Dimana letak hatimu? Aku tak bisa bicara banyak, juga tak ingin mengutarakan semua yang telah terjadi. aku tak berhak bicara cinta, jika kamu terus tulikan telinga. Aku tak bisa katakan rindu jika berkali-kali kauciptakan jarak yang semakin menjauh. Aku tak bisa apa-apa selain memandangimu dan membawa kedalam percakapan panjangku dengan Tuhan.

Aku mencintaimu yang belum tentu mencintaiku. Aku mengagumimu yang belum tentu paham dengan rasa kagumku.

Mungkin memang semua salahku. Yang menganggap semuanya berjalan sesuai keinginanku. Yang bermimpi bisa menjadikanmu lebih dari teman. Salahkan jika perasaanku berubah melebihi batas kewajaran? Aku mencintaimu tidak hanya sebagai teman. Aku mencintaimu sebagai seseorang yang bernilai dan berharga dihidupku.

Namun, semua jauh dari harapanku selama ini. Memang aku yang telah berharap banyak darimu. Akulah yang tak menyadari posisiku dan tak menyadari letakmu yang jauh dari genggaman tangan. AKulah yang bodoh. Akulah yang bersalah!

Tenanglah, tak perlu memperhatikanku lagi. Aku terbiasa tersakiti ko, apalagi penyebabnya kamu. Tidak perlu basa-basi, aku bisa sendiri. Dan, kamu pasti tak sadaar, jika aku berbohong bahwa aku bisa melupakanmu.

Menjauhlah. Aku ingin dekat-dekat dengan kesepian saja, disana lukaku terobati. disana tak kutemui orang sepertimu, yang selalu berganti topeng dengan mudahnya, dan berkata sayang dengan gampangnya.


Oleh: Lulu L Arrizqi