Apa yang harus kamu lakukan, disaat kamu hampir tidak
sanggup lagi untuk berdiri. Semua yang kamu pikirkan dan bayangkan tak sejalan
dengan nyatanya. Aku berjalan disebuah keramaian yang begitu mencengkap, gelap,
berkabut tebal, aku buta tak bisa melihat apapun padahal semua orang ada
disitu, ada tawa, ada cerita tetapi kenapa aku menangis?. Kenapa aku tak
merasakan tawa itu, sekalipun aku paksakan.
Aku ingin bicara dengan siapapun tapi mulutku kaku tak
berkutik, aku diam mencoba untuk tertawa bersama keramaian itu, tapi apa? Aku
masih tak bisa tersenyum, hingga pada akhirnya butiran air mata ini jatuh juga,
cepat, banyak. Aku terkekeh hingga tak tahu lagi untuk berhenti, aku menangis
membabi buta, semua mata memandang, semua orang bertanya-tanya. Aku terus
terseduh hingga hampir tak kuat lagi untuk bernafas.
Semua yang kurasakan begitu gelap, sunyi, sepi. Aku seperti
tersesat didalam sebuah hutan rimba. Aku tak bisa bicara dengan siapapun tak
terkecuali dengan diriku sendiri, aku tak tahu dengan kondisiku dengan hatiku
dengan pikiranku. Semua orang bertanya tapi aku hanya membisu. Aku terus
menangis seperti orang gila. Tak ada bayangan siapapun dipikiraku saat itu.
Tapi yang kuinginkan hanya satu, pulang.
Malinda Aspariani :)
