Jumat, 08 Februari 2013

Hello Mr.



Entah kapan aku mulai suka menatapmu?
Pastinya, sampai saat ini
Aku masih suka menatapmu
Aku mengagumi senyum ramah itu
Menggetarkan pembuluh darahku

                                Teruntukmu yang kusebut
                                Mr. Ajudan
                                Aku tak tahu namamu Mr
                                Karena kita tak pernah
                                Berjabat tangan sebelumnya
                                Hanya mata kita saling berpandang
                                Dan saling mengulurkan senyuman


                Setiap aku berdiri dengan senyuman
                Aku selalu menunggu datangmu
                Tak pernah pasti melewati ragaku
                Tapi, harus kau tahu
                Aku selalu berdiri menanti
                Pria bertubuh sedang
                Melewati bola mataku

Senyumku selalu terselip untukmu
Yang tak pernah kau tahu
Juga Kepalaku diam diam
Berotasi mencari bola matamu
Semoga saja kau tak pernah tahu
Ada gadis tolol merotasi matanya
Mencari punggung pria itu

Kamu, Mr ajunnn :*


By: Malinda Aspariani 

Goresan sebuah pengakuan





Puisi ini teruntukmu Mr. ajudan
Yang tak setampan Rama
Aku gadis konyol yang tak secantik Dewi Shinta
Berharap ada suara merdu memanggil namaku
Mengulurkan tangan menyapaku
Sayang sekali, aku terlalu suka berimajinasi

Setiap kamu akan turun dari mobil mewah itu
Aku selalu menunggumu melewati detak jantungku
Walau kau tak pernah tahu yang selalu ku harapkan

Setelah kepergianmu dari pandanganku
Mataku seketika berpatroli mencarimu
Disetiap sudut-sudut gedung itu

Semoga kau tak pernah tahu
Ada gadis konyol yang tolol ini
Mengagumi mu

Mr. tak banyak lagi waktuku menatapmu
Hanya berharap dari kesibukanmu
Kamu tahu dan mengerti
Bahwa ada gadis tolol diam-diam
Menyisipkan namamu diantara paru-parunya
Menyimpan senyummu di sel-sel otaknya
Agar kamu takkan pernah hilang


Salam senyum malu Ter-untukmu

Malinda Aspariani :)

Senin, 31 Desember 2012

brave it was great♥



Sebuah pertualangan yang tidak banyak anak muda seperti kami berani melakukannya. Tanggal 22 Desember 2012 tepat nya minggu yang lalu saya bersama dengan 7 teman saya yang lainnya menjelajahi Pulau Ketawai berencana menginap dengan mendirikan tenda. Pulau ketawai berada di central Bangka dan kita bisa menuju pulau ketawai dengan menggunakan motor laut para nelayan desa Kurau. Perjalanan menuju pulau ketawai dimulai dengan menginjak kaki  di Desa Kurau. Sesampai di desa kurau pukul 18.05 kami pun bergegas turun dari mobil dan mendatangi para penduduk sekitar untuk menanyakan apakah masih ada atau tidak para nelayan yang mau mengantarkan kami ke Pulau .

Sekitar 10 menit kami berunding dan akhirnya masih ada nelayan yang mau mengantarkan kami ke Pulau dengan biaya sebesar Rp 700.000. Diperjalanan yang gelap tetapi bulan malam itu bersahabat untuk kami dan bintang-bintang ikut menerangi perjalanan kami menuju Pulau. Sekitar 1jam perjalanan yang gelap tersebut akhirnya kami sampai dipulau ketawai. Sayangnya kami tidak bisa menikmati keindahan malam pulau ketawai dikarenakan gelap. Tetapi ada setitik cahaya didalam pulau tersebut dan ternyata saat kami bertanya dengan nelayan yang membawakan kami tersebut mengatakan bahwa ada dua kepala keluarga didalam pulau tersebut.

Saat motor laut yang kami tumpangi menuju kedermaga kecil tersebut jam menunjukan pukul sekitaran 19.10 wib kamipun turun dan bergegas membawa barang-barang . karena gelap kami sulit untuk mencari lokasi untuk mendirikan tenda. Dan akhir nya kami mendirikan tenda tidak jauh dari pantai. Dikarenakan kami belum pernah mendirikan tenda kamipun kewalahan mendirikan tenda tersebut dan untung saja bapak yang membawa kami bersedia membantu. Sekitar 15 menit  akhirnya tenda kami berdiri berkat bapak tadi dan berkat kami semua hehehe.

Karena tenda kami telah siap, kamipun bergegas memasukan barang-barang dan mulai membakar ikan untuk kami santap malam ini dan yang lain sibuk untuk memasak nasi. Setelah 15 menit semuanyapun siap dan kami siap untuk makan. Walaupun malam minggu kali ini kami tidur di pulau ketawai yang gelap gulita dan  begitu sepi  sama sekali tidak membuat kami merasakan takut dikarenakan masyarakat yang tinggal disini sangat ramah dan baik kepada kami, sehingga malam itu kami merasa terjaga dan tenang tidur di tengah lautan yang luas. Untuk melepaskan penat kamipun melanjutkan untuk tidur dikarenakan besok kami ingin menjelajahi  lautannya yang biru menggoda.

Saya terbangun pukul 05.00 wib, saya merasakan sesuatu yang baru saat terbangun. Suara gemercik ombak dengan halusnya menyapa saya dipagi hari. Hawa dingin merasuki tubuh saya, bergegas saya bangun untuk mencuci muka dan duduk dihadapan ombak yang menari-nari dipagi hari. Saat saya duduk mata saya seketika tertuju pada butiran pasir pantai yang di penuhi dengan kepiting-kepiting kecil berlari-lari kesana kemari, saya jadi penasaran dengan apa yang mereka buat. Saat saya bangun mereka menambah kecepatan untuk lari dari kejaran saya dan bersembunyi didalam pasir pantai. Saya kesal!

Setelah semua teman-teman saya terbangun dari tidur nya masing-masing, kamipun bergegas untuk mengelilingi Pulau Ketawai , ternyata Pulau yang tadi malam tidak bisa kami lihat ternyata begitu cantik dan bersih, suasana Pulau ketawai yang masih asri membuat saya nyaman. Apalagi pulau ini sepi dengan begitu kami seperti tinggal di Pulau sendiri, keren! Lautnya yang biru membuat kami semua tidak bisa menunggu lagi untuk mencoba. Sebelum kami menikmati laut Pulau Ketawai kami bergagas memasak untuk sarapan pagi. Setelah memasak kami bermain di voli di deretan pohon kelapa yang menjulang tinggi.

Setelah sarapan pagi  dan bermain voli kamipun bergegas untuk menikmati kecantikan lautnya. Kami bermain-main dengan terjun dari jembatan dan dermaga kecil Pulau ketawai. Kadar garam laut Pulau Ketawai lebih besar daripada laut-laut yang ada di sekitaran Bangka Belitung, lautnya yang biru eksotis membuat kamu malas untuk bangkit kedaratan. Setelah beberapa lama kami menikmati  pesona lautnya kamipun diajak oleh dua pemuda yang membawa kami tadi malam untuk mengelilingi Pulau Ketawai. Kata mereka disisi belakang Pulau ini terdapat terumbu karang yang cantik tapi sayangnya kami tidak membawa kacamata renang dan tidak bisa melihatnya, setelah lelah kami berjalan mengelilingi pulau ketawai segera kami kembali menuju laut yang biru dan saat kami sedang main pasir dipantai kami melihat seorang bapak tua yang sedang membersihkan pantai.
Kami berbincang dengan bapak  tersebut yang berdiam disini yang juga bertugas membersihkan sekitaran pantai Pulau Ketawai, dikesempatan ini kami menanyakan kepada beliau kenapa Pulau ini dinamakan Pulau Ketawai dan beliau mengatakan bahwa agar setiap pengunjung,pelancong,wisatawan, dan turis yang datang  bisa tertawa di pulau ini dengan maksud bisa bahagia saat berada di Pulau ini dengan itu Pulau ini dinamakan Pulau Ketawa ditambah i jadinya Ketawai.
Satu hal yang perlu anda tahu, disini ada tempat pemandian tapi tidak gratis anda diminta mengeluarkan gocek  5ribu untuk mandi. Tetapi untuk anda-anda yang ingin merasakan sensasi baru bisa mandi disumur dengan deretan pohon kelapa yang rapi tetapi tempatnya tidak tertutup dan tanpa tempat untuk berganti baju. Ayo coba! Saya sudah.

Setelah selesai menikmati laut biru yang eksotis dan daratan Pulau Ketawai yang asri dan sejuk. Kami segera merapikan diri masing-masing dan mulai eksis didepan kamera. Ckrekkk!

Puas eksis didepan kamera kami bergegas packing barang-barang karena motor laut yang membawa kami semalam telah datang menjemput dan pengunjungpun telah banyak datang, Pulau ini tidak lagi milik kami. Kami pulang! Diperjalanan kami menuju Desa kurau kami menyempatkan untuk mendekati kapal yang telah karam tahunan lalu.

Setelah satu jam perjalanan dari Pulau ke Desa Kurau yang panas, kami pun sampai di Desa kurau dengan senyum merekah. Selamat tinggal Pulau Ketawai, pulau kami. Next time kami datang kembali menginap lebih lama lagi, agar tidak sehari saja kami memilikimu yang cantik itu. Bye Ketawai :*


 menuju Pulau Ketawai dimalam hari :))

 Setelah diri tenda lanjut bakar buat dinner =D

Bermain dipantai :D

 ckrekkk! :D

 Berhenti sebentar sebelum lanjut kliling Pulau :))

 capek keliling pulau, rehat sejenak :))) 

eksis dulu yawww :))

 Natural :*

 K'rna saya takut loncat, jdi ah duduk ajah :D 

Berendam dulu yah =))

 Pemandangan dermaga kecil dengan para pengunjung datang :))

Temen saya dengan daratan Pulau dan barisan kelapa yg cantik :))

 Habis mandi eksis depan tenda :)) 

Siap-siap menuju Desa Kurau *pulang

 Keasyikan diatas motor laut :D

Saya memberanikan diri untuk berdiri :)) dengn ribuan angin yg dtng

 ini kapal yang saya ceritakan

 finally! Desa Kurau :)) bye Pulau Ketawai :* see u again





thanks you 

Malinda Aspariani 

Rabu, 05 Desember 2012

Kehilangan





Tiba-tiba ada suara aneh datang
Menyapa gendang telingaku
Aku tak tahu berapa lama kita terdiam
Terdiam satu sama lain
Terpisahkan oleh lautan luas itu

Suaramu telah menghilang disudut gendang telingaku
Begitu pula dengan hatiku
Aku tak bisa menafsirkan  suaramu lagi
Jangan takut! Sosokmu tak pernah hilangan di sel-sel otakku

Begitu lama kita menjalin kasih
Walau lebih banyak bersama merdumu
Angin yang membisik gendang telingaku
Bukan sepeda,motor, atau mobil
Jembatan kita berjumpa
Telepon genggam kecil itu
Manjadi jembatan tali kasih kita

Angin hembuskan ditelingaku
Tak seperti dulu selalu bergeming  dihatiku
Malamku sepi tanpa hembusan suaramu
Pagiku dingin oleh geming hembusan anginmu

Aku kehilangan,
Kehilangan sosok bayangan tubuhmu mendoakanku
Kehilangan sosok jeritan hati membangunkan pagiku

Sekarang jembatan kita telah putus
Tak bisa menyatukan hembusan merdu suara kita. 


28 November 2012
Malinda Aspariani