Seandainya tak ada lautan biru itu
Mungkin kau ada disini
Duduk disisi ku
Berjalan menyusuri senja
Bersama mencoba menerobos gelapnya malam
Ada hati yang berguncang
Saat panggilan jiwa
Menusuk pikiranku di jalanan malam ini
Ku nyanyikan sebuah lagu cinta
Untuk pria jangkung
Yang bermuara di sungai coklat itu
Tapi berjiwa dewata
Melirik ramahnya sunda
Ah~~ manis sekali
Kamu
Air sungai itu meluap
Saat suaraku datang menghampirimu
Diujung gagang telepon itu
Kenapa kau tak lagi menyapa hatiku?
Tak meminta ku bernyanyi
Katamu "setiap hari kau harus bernyanyi untukku"
Bagaimana tidak meledak
Pekempek yang terlalu lama diperapian itu
Kau tak lagi membalas senyumku
Kenapa hanya dilihat?
Coba rasakan
Sudahlah!
Aku pikir sungai itu tlah berubah warna
Untuk Pria yg mencoba membantu menyusun puzzle hati ku yg pecah. Terimakasih telah pergi tanpa kata (juga) titip rindu untuk sungai yg tenang itu, berikan sapa kepada keelokan dewata.
Thank you P.D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar