Ada suara kayu yang dilahap si jago merah
Pukulan kayu-kayu yang dipatahkan
Kemudian gempulan asap menyapa
Ada teriakan wanita gagah disana
Meminta ini, itu, kemudian diam
Kesana,kemari, pergi, kembali
Wanita tua itu bersemangat sekali
Api pun enggan membara
Tiupan pelan itu perlahan
Melahap kayu-kayu patah
Perlahan keringat pun jatuh
Dapur tua ini sungguh panas
Banyak asap, bara, debu
Tapi kenapa dia tak berhenti saja
Panas, bosan, lelah
Entah telah berapa lama
Dapur tua itu bersahabat dengannya
Mungkin puluhan tahun
Kedengaran akrab
Sehingga rindu telah bergejolak
Pergi pun tak ada dibenak nya
Ada ribuan keringat di dapur itu
Bersama wanita hebat
Ada cinta dan ketulusan
Untuk dua pria yang dicintainya
Dan tiga wanita belahan jiwanya
Berhentilah!
Dapur itu sudah semakin tua
Sepertimu
Semakin hari semaki menua
Biarkan aku untuk berdiri disana
Menggantikanmu yang sudah semaki lelah
Akan ku manjakanmu bersama dapur tua itu!
Ibu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar