Sabtu, 14 Juni 2014

Gempulan Asap Dapur Tua

Ada suara kayu yang dilahap si jago merah
Pukulan kayu-kayu yang dipatahkan
Kemudian gempulan asap menyapa

Ada teriakan wanita gagah disana
Meminta ini, itu, kemudian diam
Kesana,kemari, pergi, kembali
Wanita tua itu bersemangat sekali

Api pun enggan membara
Tiupan pelan itu perlahan
Melahap kayu-kayu patah

Perlahan keringat pun jatuh
Dapur tua ini sungguh panas
Banyak asap, bara, debu
Tapi kenapa dia tak berhenti saja
Panas, bosan, lelah

Entah telah berapa lama
Dapur tua itu bersahabat dengannya
Mungkin puluhan tahun
Kedengaran akrab
Sehingga rindu telah bergejolak
Pergi pun tak ada dibenak nya

Ada ribuan keringat di dapur itu
Bersama wanita hebat
Ada cinta dan ketulusan
Untuk dua pria yang dicintainya
Dan tiga wanita belahan jiwanya

Berhentilah!
Dapur itu sudah semakin tua
Sepertimu
Semakin hari semaki  menua
Biarkan aku untuk berdiri disana
Menggantikanmu yang sudah semaki lelah

Akan ku manjakanmu bersama dapur tua itu!
Ibu

Tidak ada komentar: