Tiba-tiba ada suara aneh datang
Menyapa gendang telingaku
Aku tak tahu berapa lama kita terdiam
Terdiam satu sama lain
Terpisahkan oleh lautan luas itu
Suaramu telah menghilang disudut gendang telingaku
Begitu pula dengan hatiku
Aku tak bisa menafsirkan suaramu lagi
Jangan takut! Sosokmu tak pernah hilangan di sel-sel otakku
Begitu lama kita menjalin kasih
Walau lebih banyak bersama merdumu
Angin yang membisik gendang telingaku
Bukan sepeda,motor, atau mobil
Jembatan kita berjumpa
Telepon genggam kecil itu
Manjadi jembatan tali kasih kita
Angin hembuskan ditelingaku
Tak seperti dulu selalu bergeming dihatiku
Malamku sepi tanpa hembusan suaramu
Pagiku dingin oleh geming hembusan anginmu
Aku kehilangan,
Kehilangan sosok bayangan tubuhmu mendoakanku
Kehilangan sosok jeritan hati membangunkan pagiku
Sekarang jembatan kita telah putus
Tak bisa menyatukan hembusan merdu suara kita.
28 November 2012
Malinda Aspariani
Malinda Aspariani

1 komentar:
Nice :)
Anyway, aku sudah follow blog kamu. Follow back, ya. Terimakasih :)
Posting Komentar