Selasa, 24 September 2013

untukmu



Aku ini pacarmu, bukan patung, angin, atau apapun itu.

Kenapa kamu harus beda, aku perih.

Dimana janjimu, dimana ucapanmu.

Seperti apa rasa sayangmu itu? Aku tidak merasakannya.

Aku seperti orang bodoh, terlalu percaya dengan cintamu.

Entah dimana cinta dan sayangmu itu.

Aku benar-benar tidak tahu.

Kamu memang ada tapi untukku.

Kamu tidak pernah nyata, cintamu, sayangmu.

Semua tentangmu itu. Kosong!

Kenapa kamu dingin, ini bukan kutub utara.

Mungkin hatimu memang telah beku.

Tak ada ketakutan untuk cintaku ini.

Apapun yang aku lakukan, tidak berguna sama sekali.

Sayang sekali hatiku ini terlalu kuat menahan.

Mataku telah lelah untuk menangis.

Terlalu lelah menerka pikirianmu.
Ajari aku sepertimu, Ice!



Malinda Asapriani :)

Tuhan, tolong sampaikan kepada mereka. aku mohon.



Tuhan, kuatkan hati hambamu ini.
Luruskan jalan hambamu ini menuju jalanmu.
Aku terlalu takut sendiri tuhan, aku tak tahu harus berbicara dengan siapa.
Aku hanya bisa bersujud dan berdoa agar aku bisa lebih dekat denganmu.
Temani aku saat hati ini akan patah, peluk aku tuhan.
Dekap aku tuhan, agar aku kuat dan bisa tanpa ibu dan ayahku yang jauh denganku.
Jaga mereka untukku, lindungi mereka, bahagiakan mereka untukku.
Tuhan, titip rinduku untuk mereka yang selalu dihati ini.
Jaga ayahku saat mengais rejekimu, mudahkan jalannya tuhan, sehatkan ayahku.
Jaga ibuku yang sibuk mengurus rumah, sehatkan ibuku.
Sehatkan mereka tuhan, aku janji secepatnya akan membahagiakan mereka.
Semoga engkau meridhoi setiap jalanku.
Mudahkanlah jalanku untuk membahagiakan mereka.

Tuhan, kabarkan kepada mereka. aku merindukan mereka, aku mencintai mereka.
Aku rindu bangun pagi mendengar suara merdua ayah yang sedang melafalkan ayat-ayat al’quran
Aku rindu bangun pagi melihat ibuku sibuk dengan dapur dan ocehannya kepadaku.
Aku rindu ketika magrib tiba, aku rindu shalat berjamaah dengan ayah dan ibu
Aku rindu makan malam bersama mereka
Aku rindu mereka tuhan, titip rinduku tuhan.
Ayah, ibu. Aku ingin memeluk kalian. Kakakku aku rindu ocehanmu kak.
Kakak, jaga ayah dan ibu.  

Malinda Aspariani :)

Sabtu, 07 September 2013

Galau!



Apakah Aku Jatuh Cinta (lagi) ?

Semuanya mengalir begitu saja
Aku hanya terlalu suka menatapnya lebih lama
Bibirku tersenyum manis
Dan hatiku berdetak pelan ketika dia datang.
Dia seperti bebek, berjalan tak menghiraukan siapa-siapa
Aku, yah hanya melirik terus melirik
Aku suka dengan senyumnya
Dengan gayanya yang seperti bebek
Suaranya lucu, hanya tidak seperti bebek.
Tetapi,
Dia terlalu sempurna untuk gadis sepertiku
Aku terlalu takut jika dia tahu
Ada dua bola mata yang terlalu lama meliriknya, diam diam.
Semoga saja dia tidak akan tahu itu.

Tuhan, kenapa rasa ini datang lagi
Kenapa harus ada disaat hati ini telah terisi
Entahlah, aku tidak tahu ini apa
Cinta, suka, atau apalah.  
Gejala ini sangat langkah aku dapatkan
Dan saat datang, tidak pernah tepat
Jatuh cinta, aku tidak bisa memastikan
Jika aku jatuh cinta (lagi).

Malinda Aspariani :)

Kamis, 11 April 2013

Perhatian




Entah aku yang membutuhkannya atau
Kamu yang kurang memperhatikanku.
Sebenarnya ini hal yang sepele,
Tapi aku membutuhkannya .

Kamu sadar bahwa aku jauh dan
Kita tidak pernah bertemu.
Yang kubutuhkan darimu
Adalah perhatianmu.

Perhatian itu bisa berupa bagaimana
Kamu menemuiku dengan senyumanmu,
Meskipun itu hanya dalam bentuk teks singkat.

 Perhatian bisa membuat aku yakin terhadapmu,
Agar  aku bisa menjaga seutuhnya cintaku ini dan
Membuang jauh-jauh keraguan yang muncul.

Jangan buat aku ragu dan sempatkan
Untuk memperhatikanku.
Kamu perlu tahu bahwa
Keharmonisan sebuah hubungan
Tercipta dari adanya sebuah PERHATIAN.



Dikutip:
Hal 264-265 , Long Distance Heart2
@LongDistance_R

Malinda Aspariani 

Senin, 11 Maret 2013

Long Distance Relationship (:





Aku juga ingin seperti mereka,
Yang selalu bisa bersama
Menikmati hari dengan tawa dan canda
Terkadang ada tangis dan benci

Aku ingin memelukmu
Bukan bayanganmu
Aku ingin mengecupmu
Bukan suaramu

Aku terus menikmati
Cerita yang kita buat
Menyukai caramu mencintaiku

Dalam jarak puluhan kilo meter
Yang begitu banyak memerlukan sabar
Terkadang aku benci
Kenapa harus seperti ini?
Kenapa tidak seperti mereka?
Yang begitu nyata

Kepercayaanku padamu
terkadang tak setegar batu karang
tak sehalus sutra
aku bisa saja menjadi butiran-butiran debu
juga bisa menjadi kerikil yang kasar

sampai kapan jarak menjadi masalah terbesar kita
sampai kapan sinyal menjadi boomerang bagi kita
sampai kapan waktu bisa menyatukan kita
sedekat mungkin, seperti mereka mereka

Yang tertawa dan menangis dalam nyata
Bukan dalam khayalan dan bayang bayang ilusi semata

Dekap aku semampumu dalam nyata
Jaga aku sebisamu dalam nyata

Malinda Asapriani :)