Minggu, 06 Juli 2014

Gejolak asa!

Jika kau menuruti kata hatimu
Kau akan membunuh yang terkasih mu
Terkadang memang harus membunuh Ego
Hingga bisa melihat mereka bersuka

Jalani walaupun hatimu merengek
Mungkin akan ada jalan lain, dipersimpangan itu! Atau di tengah jalan BUNTU!
Entah kemana arah, entah kapan akan datang
Dengan melunasi rasa sesalmu
Mungkin sedikit merebah Hatimu

Hidup kadang tak sejalan dengan angan TOLOL mu
Cobalah, sedikit saja!
Bersahabat dengan Takdir-Nya
Bisa saja otakmu membaik

Menangislah, jika hanya itu yang kau bisa!
Atau peluk angan-angan TOLOL mu
Rangkul MIMPI mu yang hampir terlepas
Gendong ASA mu yang melemah

Ada senyuman meminta tawa
Cuaca panas dan raut mu Dingin
Ini bukan drama komedi
Kenapa kau terus tertawa?
Dan ini bukan film Horror
Jangan menutup MATA!

Ada milyaran keringat yang perlu kau bayar
Jangan hanya terus menyesali Merpati yang entah terbang kemana
Ada jutaan percikan api yang harus kau padam
Teruslah berenang! Biarkan ombak yang bergejolak

Makanlah jeruk kecut itu! Jangan menggerutu!
Dia berkorban melawan duri-duri dibatang, hanya sebuah jeruk di pucuk pohon tua itu!
Tersenyumlah, katakan jeruk itu manis!
Semanis keringat yang menempel di sekujur tubuhnya

Mawar itu merah merona
Jangan kau petik!
Jika kau perlu galah memetiknya
Petiklah ketika mawar itu tumbuh
Tepat. Dibawah hatimu, yakinlah!
Tak akan sulit kau memetik dan menghela durinya

Sekarang kau hanya perlu berjalan
Dimana saja
Walaupun kau tak tahu itu dimana.

Malinda Aspariani :)

Tidak ada komentar: